Hidayat, Nofri (2026) Pelaksanaan I‘tikaf Menurut Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i Serta Implikasi Terhadap Kehidupan Beragama Di Lubuk Basung. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Nofri Hidayat_2213020038_Cover - Daftar isi-1.pdf - Published Version Download (792kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Nofri Hidayat_2213020038_BAB I.pdf - Published Version Download (466kB) |
|
|
Text (BAB 3)
Nofri Hidayat_2213020038_BAB III.pdf - Published Version Download (459kB) |
|
|
Text (BAB 5)
Nofri Hidayat_2213020038_BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (279kB) |
|
|
Text (Full text)
Nofri Hidayat_2213020038_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai kedudukan puasa dalam i‘tikaf . Mazhab Hanafi berpendapat bahwa puasa merupakan syarat sah i‘tikaf , sedangkan Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa puasa bukan merupakan syarat sah i‘tikaf . Perbedaan tersebut dikaji karena kedua mazhab menggunakan dalil yang pada dasarnya bersumber dari al Qur’an dan Sunnah, tetapi memiliki perbedaan dalam memahami dan melakukan istinbath hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dalil dan metode istinbath yang digunakan oleh kedua mazhab dalam menetapkan hukum pelaksanaan i‘tikaf , dan untuk mengetahui penyebab terjadinya perbedaan pendapat, serta untuk mengetahui pendapat yang lebih rajih dan implikasinya terhadap kehidupan beragama masyarakat di Lubuk Basung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan komparatif. Data penelitian diperoleh dari kitab-kitab fikih, buku, jurnal, dan sumber tertulis lainnya, serta didukung dengan wawancara bersama tokoh masyarakat dan imam atau katik di daerah Lubuk Basung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparatif untuk membandingkan pendapat kedua mazhab. Hasil penelitian menunjukkan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i menggunakan sumber dalil yang sama, terutama QS. al-Baqarah ayat 187 dan hadis-hadis mengenai praktik i‘tikaf Rasulullah SAW, tetapi berbeda dalam metode istinbath hukum. Mazhab Hanafi menggunakan pendekatan qiyas, istihsan, dan pertimbangan kemaslahatan sehingga menetapkan puasa sebagai syarat sah i‘tikaf . Sementara itu, Mazhab Syafi’i lebih berpegang pada makna lahiriyah nash dan tidak menetapkan suatu syarat apabila tidak terdapat dalil yang tegas, sehingga puasa tidak menjadi syarat sah i‘tikaf . Perbedaan tersebut pada dasarnya disebabkan oleh perbedaan metode istinbath. Berdasarkan analisis terhadap kekuatan dalil, pendapat Mazhab Syafi’i dinilai lebih rajih, karena tidak terdapat nash yang secara tegas menjadikan puasa sebagai syarat sah i‘tikaf . Adapun dalam kehidupan beragama di Lubuk Basung, masyarakat pada umumnya melaksanakan i‘tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yang lebih dipengaruhi oleh tradisi keagamaan dan keteladanan Rasulullah SAW.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | I‘tikaf , Istinbath Hukum, Lubuk Basung. |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:26 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34864 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
