Makna Qul dalam Ayat-Ayat Tauhid (Studi Komparasi Tafsir Al-Misbah & Tafsir Ahkam Al-Qur`an)

Yulia Sari, Imel (2026) Makna Qul dalam Ayat-Ayat Tauhid (Studi Komparasi Tafsir Al-Misbah & Tafsir Ahkam Al-Qur`an). Masters thesis, Universitas Islam Negeri Iman Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
TESIS_IMEL YULIA SARI_NIM. 2420080010_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (816kB)
[img] Text (BAB I)
TESIS_IMEL YULIA SARI_NIM. 2420080010_BAB I.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (BAB III)
TESIS_IMEL YULIA SARI_NIM. 2420080010_BAB III.pdf - Published Version

Download (198kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
TESIS_IMEL YULIA SARI_NIM. 2420080010_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (514kB)
[img] Text (FULLTEXT)
TESIS_IMEL YULIA SARI_NIM. 2420080010_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya keragaman penafsiran terhadap perintah ilahi dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis makna Qul menurut kedua tafsir tersebut serta mengidentifikasi titik temu dan perbedaan pendekatan mereka. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan ayat-ayat tauhid yang mengandung lafazh Qul beserta penjelasan tafsirnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode komparatif (comparative method) dan analisis konten (content analysis). Dalam perspektif Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab menekankan pendekatan maudhu’i (tematik) dan kontekstual. Beliau memandang Qul sebagai instrumen dakwah yang bersifat dialogis dan persuasif. Menurutnya, perintah ini memberikan ketenangan batin bagi Nabi Muhammad SAW sebagai penerima wahyu, sekaligus menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada pada penyampaian pesan, bukan pada hasil penerimaan audiens. Sebaliknya, Tafsir Ahkam Al-Qur’an karya Imam Al-Qurthubi menempatkan Qul dalam kerangka fikih dan ushul fiqh. Sebagai seorang ahli hukum Islam, Al-Qurthubi melihat Qul sebagai dasar pembentukan norma syariat (taklifi). Setiap kali Allah memerintahkan “katakanlah”, maka terdapat konsekuensi hukum yang mengikat, baik berupa kewajiban beriman, larangan menyekutukan Allah, maupun tata cara ibadah yang harus dilaksanakan secara ketat. Kesimpulannya, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hermeneutika Al-Qur’an di Indonesia dengan menawarkan sintesis antara pendekatan kontekstual-sosial dan normatif-hukum. Disarankan agar umat Islam mengadopsi keseimbangan ini dalam memahami wahyu, sehingga dapat menjadi pribadi yang moderat, taat hukum, namun tetap responsif terhadap dinamika sosial zaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Qul, Tauhid, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Ahkam Al-Qur’an, Studi Komparatif, Hermeneutika, Dakwah, Fikih, Semantik, Metodologi Tafsir.
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 24 Sep 2026 01:52
Last Modified: 24 Sep 2026 01:52
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34842

Actions (login required)

View Item View Item