Kriteria Fakir dan Miskin Sebagai Mustahik Zakat Dalam Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafii

Habibi, Usman Arif (2026) Kriteria Fakir dan Miskin Sebagai Mustahik Zakat Dalam Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafii. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
SKRIPSI_FULL_WATERMARK.pdf - Published Version

Download (857kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB_I_PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (509kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 FIKS INI.pdf - Published Version

Download (490kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5 FIKS.pdf - Published Version

Download (362kB)
[img] Text (FULL TEXT)
SKRIPSI_FULL_WATERMARK.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kriteria fakir dan miskin sebagai mustahik zakat berdasarkan pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Perbedaan penetapan kriteria di antara kedua mazhab ini berimplikasi langsung pada prioritas pendistribusian zakat di masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (library research) dengan pendekatan komparatif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari kitab-kitab fikih otoritatif kedua mazhab, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), analisis komparatif, dan diakhiri dengan metode tarjih untuk menentukan pendapat yang paling kuat (rajih). Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i memiliki tolok ukur yang berbeda. Mazhab Hanafi membedakan fakir dan miskin berdasarkan batasan kepemilikan harta (nisab), di mana miskin dinilai lebih buruk kondisinya karena tidak memiliki harta sama sekali, sedangkan fakir masih memiliki harta di bawah nisab. Sebaliknya, Mazhab Syafi'i menggunakan standar kecukupan hidup (al-kifayah), memandang fakir lebih buruk karena tidak memiliki harta maupun pekerjaan, sedangkan miskin memiliki pekerjaan atau harta namun belum mencukupi kebutuhan pokoknya. Kedua, faktor penyebab perbedaan pendapat ini berakar pada cara pengistimewaan dalil (seperti penafsiran frasa dzā matrabah pada Q.S. Al-Balad: 16 oleh Hanafiyah, dan urutan Q.S. At-Taubah: 60 serta Q.S. Al-Kahfi: 79 oleh Syafi'iyah) dan pendekatan istinbath hukum yang digunakan. Ketiga, berdasarkan analisis tarjih, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapat Mazhab Syafi'i lebih kuat (rajih) dan relevan. Pendekatan al-kifayah yang ditawarkan Mazhab Syafi'i dinilai lebih komprehensif, substantif, dan sejalan dengan maqashid syariah dalam pendistribusian zakat. Pendekatan ini tidak sekadar melihat angka nominal atau aset kepemilikan mustahik, melainkan melihat realitas kemampuan fungsional harta tersebut dalam memenuhi hajat hidup dasar mustahik secara layak di tengah dinamika sosial-ekonomi kontemporer.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Zakat, Fakir, Miskin, Mustahik, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi'i.
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perbandingan Mazhab
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Ushul Fikih > Ijtihad dan Taqlid
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Zakat
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Zakat Fitrah
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Penerima Zakat
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Pengelola Zakat
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 29 Sep 2026 07:33
Last Modified: 29 Sep 2026 07:33
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34833

Actions (login required)

View Item View Item