Status Hukum Perkawinan Sirr Muallafah yang Masih terikat Perkawinan dengan Pasangan Non-Muslim Menurut Perspektif Fiqh Islam (Studi Kasus di Nagori Mariat Huta Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun)

Sabila, Mahmudah Nazmi (2026) Status Hukum Perkawinan Sirr Muallafah yang Masih terikat Perkawinan dengan Pasangan Non-Muslim Menurut Perspektif Fiqh Islam (Studi Kasus di Nagori Mariat Huta Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover Skripsi)
COVER SKRIPSI.pdf - Published Version

Download (490kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (438kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (282kB)
[img] Text (bab vdapus)
mahmudah nazmi sabila-2213010007-(BAB V&DAPUS).pdf - Published Version

Download (319kB)
[img] Text (Full Text)
SKRIPSI Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

tujuan dalam pennulisan ini adalah pertama, untuk mengetahui latar belakang perkawinan sirri perempuan Muallaf yang masih terikat perkawinan dengan pasangan non-Muslim. Kedua, untuk mengetahui tinjauan fiqh dalam perkawinan sirri perempuan Muallaf yang masih terikat perkawinan dengan pasangan non-Muslim. Ketiga, untuk mengetahui solusi hukum yang ideal dalam kasus perkawinan sirri perempuan Muallaf yang masih terikat perkawinan dengan pasangan non-Muslim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pasangan suami istri, kerabat, dan saksi perkawinan, serta tokoh agama setempat. Data sekunder diperoleh dari al-Qur’an, Hadist, Peraturan Perundang-undangan tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, karya-karya ilmiah, dan buku-buku pustaka lainnya. Hasil penelitian dapat disimpulkan pertama, bahwa pada dasarnya awal mula perempuan muallaf melakukan perkawinan sirri ini karena kondisi yang mendesak. Kedua, perpindahan agama istri sementara suami pertama tetap non-Muslim dapat menyebabkan putusnya perkawinan (fasakh), sehingga secra syariat Islam boleh menikah lagi dengan pria muslim. Namun harus memenuhi rukun dan syarat perkawinan termasuk wali nikah beralih ke wali hakim karena ayah kandungnta masih non-Muslim. Ketiga, pasangan disarankan mengurus kejelasan status perkawinan lama ke Pengadilan Agama, lalu mengajukan Isbat Nikah atau pelaksanaan perkawinan ulang agar perkawinan sirri diakui dan dicatat resmi negara, sehingga hak-hak suami-istri dan anak terlindungi secara hukum negara.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Sirri, Muallaf, Fasakh, Fiqh Islam
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:22
Last Modified: 21 Sep 2026 03:22
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34718

Actions (login required)

View Item View Item