Hakim, Lukman (2020) Manajemen Pesantren dalam Pembinaan Karakter Santri di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
DISERTASI LENGKAP.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Apabila diperhatikan, memang kebanyakan kiai lebih mengandalkan dimensi kharisma sebagai bungkus dari implementasi fungsi kepemimpinannya di pesantren. Tipe kepemimpinan ini secara inheren bersifat elegan, sebagai pengamat menyebut bahwa tipe kepemimpinan demikian dianggap akan mendorong perkembangan pesantren. Namun faktanya, tipe kepemimpinan kiai yang demikian ternyata sering memiliki kelebihan tersendiri. Sebagaimana dapat ditelusuri dalam sejarah pesantren bahwa sejak abad 20-an hingga sekarang, pesantren mampu menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dengan tetap konsisten menggunakan corak manajerial tradisionalnya tersebut dalam menampung geliat animo orangtua yang lebih mempercayai pesantren sebagai tempat untuk mendidik anak-anak mereka dalam rangka menghindari kepanikan sosial yang mereka rasakan. Karena pesantren masih dipandang sebagai banteng agama Islam dan mampu menjaga stabilitas hidup bermasyarakat melalui nilainilai moral yang ditanamkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis menajemen pesantren dalam pembinaan karakter santri di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Kajian terhadap isu ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan rancangan penelitian studi multi-kasus. Sebagai alat pengumpul data digunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian, dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini menemukan empat hal pokok, yaitu: Pertama, perencanaan pembinaan karakter santri pada umumnya didasarkan pada visi dan misi pesantren, kemudian diturunkan ke dalam bentuk kebijakan pesantren, kurikulum (kepesantrenan dan nasional), dan hidden kurikulum. Proses lanjutan dari tiga bentuk tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk program kegiatan pembinaan yang bersifat periode waktu, mulai dari jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang atau berkelanjutan. Kedua, pengorganisasian pembinaan karakter santri pesantren secara umum berdasarkan pada pembagian struktur kerja guna membagi peran dan tanggung jawab secara hirarkis. Biasanya pihak yayasan atau kyai sebagai pelindung. Pelaksana selanjutnya disesuaikan berdasarkan pada tupoksinya secara berjenjang, mulai dari guru, ustadz, pembina asrama, dan santri senior. Ketiga. Pembinaan utama karakter santri secara umum dilakukan sepanjang proses pendidikan di pesantren dimana kekuatan utama pembinaan karakter santri ini terletak pada “budaya paksa pesantren” (pesantren’s force culture) melalui pembelajaran kepesantrenan dan kegiatan pendukung ekstrakurikuler. Keempat, Pengawasan pembinaan karakter santri terlaksana secara struktural, mulai dari pihak yayasan, kepala madrasah, guru, pembinan asrama, dan santri senior.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Pendidikan Agama Islam Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pondok Pesantren |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 08:41 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 08:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34655 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
