Rustam, Rusyja (2018) Fatwa Dewan Syari’ah Nasional – MUI Dan Penerapannya Pada Perbankan Syari’ah Di Sumatera Barat. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
full Disertasi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Dewan Syari‟ah Nasional sejak lahirnya tahun 2000 – 2016 telah mengeluarkan 107 fatwa 27 diantaranya tentang perbankan syari‟ah, sebagian fatwa tersebut belum diterapkan di perbankan syariah, misalnya fatwa No.2 tahun 2000 tentang tabungan dengan prinsip Wadi’ah dan fatwa No. 4 tahun 2000 tentang Murabahah. Dalam fatwa Dewan Syari‟ah Nasional Tentang Murabahah diantaranya bahwa akad jual beli dapat dilakukan setelah barang secara resmi sudah menjadi milik bank. Disamping iotu, bank syari‟ah dalam Meneytapkan keuntungan didasarkan padan pokok Pembiyaan (pinjaman) dan lama waktu pembiyaan, Berarti semakin lama masa pelunasan semakin besar pula keuntungan yang di ambil oleh bank syari‟ah, maka muncul anggapan miring ditengah masyarakat yang mengatakan bahwa hal itu tidak ada bedanya dengan bunga dalam bank kovensonal dan belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam fatwa Dewan Syari‟ah Nasional. Bahkan Menurut mereka bank syari‟ah tidak jauh berbeda dengan bank konvensional selain label dan busana yang dipakai oleh karyawannya. Penelitian ini difokoskan kepada dua permasalahan, Pertama. Bagaimana proses lahirnya fatwa Dewan Syari‟ah Nasional dan metoda apa yang digunakan dalam merumuskan dan menetapkan fatwa yang dihasilkan. Kedua. Bagaimana penerapan fatwa Dewan Syari‟ah Nasional tersebut di perbankan syari‟ah di Sumatera Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research) setelah mengumpulkan data tentang fatwa Dewan Syari‟ah Nasional sebagai data primer, juga dilakukan wawancara dengan responden dan dengan mempelajari buku-buku, dokumen-dokumen dan peraturan perundang-undangan yang membahas tentang perbankan syariah sebagai data sekunder. Data dianalisis mengunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini ditemukan : Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional di awali dengan adanya pernyataan dari lembaga keungan atau instansi. Pernyataan tersebut dibahas oleh pengurus harian dan dewan Pakat Dewan Syari‟ah Nasional, selanjutnya diajukan kepada pengurus dan anggota dewan syari‟ah Nasional, selanjutnya diajukan kepada pengurus dananggota Dewan Syari‟ah Nasional untuk di proses dan dibahas, hasil pembahasan meneluarkan kep[utusan berbentuk fatwa. Fatwa yang dihasilkan seara prinsip masihmengadopsi kepada yang telah dirumuskan para ulama fiqh dan ushul fiqh terdahulu. Penerapan fatwa dewan syari‟ah Nasional pada perbankan syari‟ah, berdasarkan survey terhadap beberapa perbankan syari;ah di Sumatera Barat ternyata fatwa tersebut belum diterapkan, seperti Fatwa Nomor 2 tahun 2000 tentang tabungan dengan prinsip Wadi’ah dan Nomor 4 tahun 2000 tentang Murabahah. Maka untuk itu disarankan agar masyarakat mengetahui tentang bank syari‟ah, apa itu bank syari‟ah dan bedanya dengan bank lainnya, maka perlu ditingkatkan sosialisasi dan penjelasan kepada masyarakat, agar fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syari‟ah dapat diteapkan oleh perbankan syari‟ah di Sumatera Barat.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Bank Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:16 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:16 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
