Penyimpangan Seksualitas Siswa dan Peranan Guru Agama dalam Mengatasinya (Studi pada SMAN 1 Ranah Pesisir)

Fitri, Rika (2010) Penyimpangan Seksualitas Siswa dan Peranan Guru Agama dalam Mengatasinya (Studi pada SMAN 1 Ranah Pesisir). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Masalah pokok penelitian ini adalah apakah bentuk penyimpangan seksualitas siswa dan peranan guru agama dalam mengatasinya. Sedangkan yang menjadi batasan permasalahan adalah: pertama, penyimpangan seksualitas siswa, kedua, penyebab terjadinya penyimpangan seksualitas siswa dan, ketiga, upaya guru agama dalam mengatasinya. Dengan tujuan untuk mengetahui bentuk penyimpangan seksualitas siswa dan peranan guru agama dalam mengatasinya. Dalam penelitian tesis ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Lebih sederhana lagi, penelitian kualitatif dapat diartikan dengan penelitian yang tidak menggunakan perhitungan dengan angka-angka (kuantitas) tetapi merujuk pada segi alamiah. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat dikemukakan: pertama, penyimpangan seksualitas yang terjadi di kalangan siswa, yaitu pernah melihat majalah-majalah porno, gambar- gambar porno, VCD porno, video-video porno dalam Hp, meniru tingkah laku bergaul dengan lawan jenis yang kurang sopan, berpakaian kurang sopan atau tidak tertutup auratnya, yang tidak pantas dipakai sebagai seorang siswa, kedua, penyebab terjadinya penyimpangan seksualitas siswa, disebabkan dari kurangnya keyakinan beragama atau tipisnya ajaran agama, lingkungan dan pergaulan yang buruk, media-media massa dan lain sebagainya, ketiga, usaha guru agama dalam mengatasi penyimpangan seksualitas, yaitu menegakkan peraturan, tentang: adanya larangan untuk siswa agar tidak melilit-lilitkan jilbab, melarang memakai seragam yang transparan, pas di badan (sempit-sempit), memberikan bimbingan, seperti memberikan contoh yang baik kepada siswa, menjaga jarak dengan lawan jenis, mengulurkan jilbab kedada bagi wanita, jangan berbicara yang kotor-kotor, memberikan ajakan agar memakai jilbab tidak hanya di sekolah, hindari menonton film- film yang berbau negatif, agar menyaring atau memfiltrasi pengaruh perkembangan teknologi, selalulah mendekatkan diri kepada Allah, dan menanamkan rasa mawasdiri. Permasalahan yang terjadi, guru agama belum berhasil untuk menegakkan peraturan secara maksimal. Sehingga siswa belum menjalankan peraturan dengan semestinya. Sebaiknya pendidikan seksualitas tidak boleh dianggap tabu oleh pendidik, karena al- Qur’an dan Hadits Rasulullah banyak menyinggung prinsip- prinsip dan pengajaran seksualitas. Oleh karena itu, tugas pendidik (guru agama) untuk mengajarkannya dengan kemasan pengajaran yang baik, sehingga siswa tidak mencari pendidikan seksualitas dari sumber yang tidak bertanggung jawab.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Pendidikan Agama Islam
Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Permasalahan Sosial, Layanan Sosial > Permasalahan Remaja
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 14 Jul 2026 08:13
Last Modified: 14 Jul 2026 08:13
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34608

Actions (login required)

View Item View Item