Nasir, Muhammad (2026) Tuanku dalam Ingatan Kolektif Orang Pariaman : Kontemporer: Konstruksi Sejarah Sehari-Hari : (Alltagsgeschichte). Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-Daftar Isi)
01-COVER-DAFTAR ISI.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (434kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Download (628kB) |
|
|
Text (PENUTUP DAFTAR PUSTAKA)
PENUTUP dan DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (789kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
MUHAMMAD NASIR-DISERTASI LENGKAP-REPO.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Disertasi ini menganalisis konstruksi figur Tuanku dalam ingatan kolektif masyarakat Pariaman sebagai realitas sosial yang hidup dan operasional dalam praktik keseharian. Penelitian ini berangkat dari keterbatasan historiografi Minangkabau yang cenderung berfokus pada tokoh besar dan peristiwa monumental, sehingga belum memadai dalam menjelaskan keberlanjutan makna kultural Tuanku dalam konteks sosial kontemporer. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana makna Tuanku dikonstruksi, direproduksi, dan dipertahankan dalam kehidupan sosial masyarakat Pariaman lintas waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah kultural dengan perspektif sejarah kehidupan sehari-hari (Alltagsgeschichte). Metode yang digunakan meliputi analisis historiografi, studi literatur sejarah Minangkabau–Pariaman, serta analisis wacana terhadap praktik sosial masyarakat. Kerangka teoretis bertumpu pada teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep ingatan kolektif, yang memungkinkan pembacaan Tuanku sebagai entitas historis yang terus direproduksi melalui interaksi sosial dan mekanisme kultural. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna Tuanku bersifat dinamis dan kontekstual, mengalami transformasi seiring perubahan sosial dan historis. Historiografi membentuk representasi Tuanku sesuai dengan kepentingan zamannya, sementara dalam praktik sosial kontemporer, Tuanku dimaknai sebagai rujukan moral, simbol kehormatan, dan otoritas religius. Reproduksi makna tersebut berlangsung melalui ritual keagamaan, tradisi ziarah, narasi lisan, serta media digital, dengan dukungan institusional dari surau dan jaringan kekerabatan. Dengan demikian, ingatan kolektif berfungsi sebagai mekanisme utama dalam menjaga keberlanjutan eksistensi simbolik Tuanku dalam kesadaran sosial masyarakat. Disertasi ini menyimpulkan bahwa Tuanku bukan sekadar objek historis, melainkan realitas sosial yang aktif dan terus diproduksi dalam kehidupan masyarakat Pariaman. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada perluasan perspektif historiografi Islam lokal melalui integrasi pendekatan keseharian dan memori kolektif, serta penegasan bahwa makna historis tidak hanya terbentuk melalui peristiwa, tetapi juga melalui praktik sosial yang berulang dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tuanku; ingatan kolektif; sejarah kehidupan sehari-hari; historiografi Minangkabau; konstruksi sosial; identitas kultural. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Studi Islam |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 04:46 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 10:20 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34558 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
