Perlawanan Masyarakat Koto Nan Gadang Terhadap Agresi Militer Belanda II

Putri, Salsabila Dwi (2026) Perlawanan Masyarakat Koto Nan Gadang Terhadap Agresi Militer Belanda II. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Salsabila Dwi Putri_NIM 2420060005_Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text (cover-daftar isi)
Salsabila Dwi Putri_NIM 2420060005_Cover Dll.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Salsabila Dwi Putri_NIM 2420060005_BAB I.pdf - Published Version

Download (335kB)
[img] Text (BAB III)
Salsabila Dwi Putri_NIM 2420060005_BAB III.pdf - Published Version

Download (262kB)
[img] Text (BAB VI dan Daftar Pustaka)
Salsabila Dwi Putri_NIM 2420060005_BAB VI dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (337kB)

Abstract

Penelitian ini membahas perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Koto Nan Gadang terhadap Agresi Militer Belanda II. Nagari Koto Nan Gadang merupakan salah satu nagari tertua di Payakumbuh dan Nagari yang menjadi basis pejuang pemuda-pemuda pada masa PDRI dan juga menjadi salah satu jejak sejarah yang terlupakan. Fokus penelitian ini adalah membahas perlawanan masyarakat Koto Nan Gadang, bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan, organisasi perlawanan dan dampak perlawanan masyarakat. Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah mendeskripsikan perlawanan masyarakat Koto Nan Gadang dalam menghadapi Agresi Militer Belanda II. Metode yang digunakan ialah metode penelitian sejaran dan menggunakan teori gerakan sosial-perlawanan. Beberapa langkah penelitian sejarah yang dilakukan adalah heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip, wawancara dengan masyarakat setempat, serta kajian yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan timbul karena keresahan dan ketidaknyaman masyarakat di tanah nagari mereka sendiri akibat agresi militer yang dilakukan Belanda. Perlawanan digerakkan oleh wali nagari yang anti Belanda dan pemuda-pemuda nagari, seperti Mardisun. Mardisun membentuk pasukan yang terdiri dari para pemuda Koto Nan Gadang dan melakukan perlawanan terhadap Belanda menggunakan persenjataan seadanya. Perlawanan yang dilakuka masyarakat Koto Nan Gadang dengan kontak fisik diantaranya membumi hangus nagari supaya tidak digunakan oleh tentara, penyerangan di setiap malam, memblokir askes ekonomi Belanda dengan meruntuhkan jembatan, melubangi jalan dan sebagainya. Pelaksanaan perlawananberlangsung sesuai dengan instruksi Gubernur Militer dan diorganisasikan melalui PMT (Pasukan Mobil Teras) yang dipimpin secara langsung oleh kelompok pemuda Koto Nan Gadang. Perlawanan yang dilakukan sejak 23 Desember 1948 hingga 17 Desember 1949 berdampak pada kehidupan masyarak, diantaranya sekitar 370 rumah terbakar, lebih kurang 50 rakyat menjadi korban, dan ekonomi yang mati akibat agresi Belanda.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Agresi Militer II, Perlawanan Masyarakat, PDRI
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 02 Jul 2026 06:47
Last Modified: 02 Jul 2026 06:47
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34444

Actions (login required)

View Item View Item