Herman, Syahkiki (2026) Maqasid Perlindungan Hak Anak: Studi Advokasi Hak Anak Terlantar Akibat Perceraian. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (943kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (405kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (468kB) |
|
|
Text (File Full Disertasi Herman Syahkiki)
Disertasi Full Herman Syahkiki 02320100014.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB VI dan Daftar Pustaka)
BAB VI dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (425kB) |
Abstract
Riset ini berangkat dari krisis yang menimpa komunitas anak terlantar pascaperceraian yang terperangkap dalam kerentanan multidimensi. Titik keruhnya adalah kegagalan sistem yang memicu tsunami sosial berupa pemaksaan penanggalan seragam sekolah bagi 2.468 anak, di mana putusan pengadilan acap kali hanya menjadi macan kertas tanpa daya eksekusi bagi perlindungan hak anak pascaperceraian. Fenomena ini memotret nestapa anak yang tidak hanya mewarisi kemiskinan (mustahiq) akibat pengabaian nafkah, tetapi juga hilangnya identitas hukum yang meluruhkan hak dasar anak. Fokus riset secara spesifik menyasar komunitas anak terlantar sebagai basis aksi melalui pendekatan Community Based Research (CBR) yang memosisikan komunitas sebagai agen perubahan untuk membongkar ketidakadilan struktural. Strategi aksi diimplementasikan melalui Strategi Jejaring Berlapis yang menyinergikan otoritas Pemerintah Nagari, kewibawaan Ninik Mamak, dan kompetensi mitra teknis dengan menggunakan Maqasid al-Syari'ah Jasser Auda sebagai pisau analisis. Temuan riset menunjukkan bahwa Strategi Jejaring Berlapis mampu mendobrak kebuntuan hukum formal melalui kelenturan kearifan sosiokultural lokal, yang mewujud dalam pemulihan identitas hukum, pelembagaan kebijakan, serta meningkatnya kepatuhan nafkah hadhanah. Riset ini memperlihatkan bahwa Jejaring Berlapis yang dijadikan strategi mengadvokasi pengambil kebijakan (orang tua, pemangku adat dan pemerintah) terbukti mampu mengubah kondisi anak telantar terdampak perceraian menjadi pulih dan berdaya, sehingga mereka memperoleh hak dasariahnya baik hak nafkah, pendidikan, identitas maupun hak pengasuhan. Atas hal tersebut, maka penguatan terhadap strategi advokasi ini menjadi keniscayaan, yang tidak hanya ditujukan untuk melindungi Karamah al-Insaniyah yaitu mejaga martabat anak seperti pemulihan identitas, penjaminan kesejahteraan dan penguatan posisi sosial, melainkan juga dimaksudkan untuk pengembangan potensi anak yaitu pemenuhan hak asasi, pengembangan daya berpikir dan keterampilan anak. Kata Kunci : Strategi Advokasi, Perlindungan Hak Anak, Anak Terlantar, Strategi Jejaring Berlapis, Community Based Research.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Advokasi, Perlindungan Hak Anak, Anak Terlantar, Strategi Jejaring Berlapis, Community Based Research. |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perceraian Menurut Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 03:44 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 03:44 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34350 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
