Peran Buya Awis Karni Husein dalam Pengajaran Kitab Kuning di Nagari Pasia tahun (1964-2020)

Bulkiah, Khalib (2026) Peran Buya Awis Karni Husein dalam Pengajaran Kitab Kuning di Nagari Pasia tahun (1964-2020). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (475kB)
[img] Text (BAB IV dan Daftar Pustaka)
BAB IV dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (582kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Skripsi ini membahas Peran Buya H. Awis Karni Husein dalam pengajaran Kitab Kuning di Nagari Pasia (Tahun 1964-2020). Pendidikan Islam tradisional di Minangkabau memiliki akar historis yang kuat melalui institusi surau sebagai pusat transmisi ilmu keislaman. Dalam sistem ini, Kitab Kuning berperan sebagai kurikulum utama yang mencakup kajian fiqh, tasawuf, tafsir, dan berbagai disiplin ulum al-din. Tradisi ini tidak hanya membentuk kapasitas intelektual keagamaan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian integral dari falsafah hidup Minangkabau, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Oleh karena itu, keberlangsungan pengajaran Kitab Kuning memiliki signifikansi strategis dalam menjaga identitas keislaman dan kebudayaan lokal. Salah satu tokoh sentral dalam pengembangan pengajaran Kitab Kuning di Nagari Pasia adalah Buya H. Awis Karni Husein. Sebagai ulama karismatik, beliau tidak hanya mengajarkan kitabkitab klasik melalui metode tradisional seperti sorogan, weton, dan bandongan, tetapi juga melakukan inovasi dengan mengaitkan materi kitab dengan konteks adat Minangkabau serta kebutuhan sosial masyarakat. Selain itu, kontribusinya dalam menyusun syarah lokal, seperti ringkasan kitab Fathul Qarib, menunjukkan upaya adaptasi terhadap kemampuan santri dan realitas lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu metode yang digunakan dalam mencari sumber sejarah, arsip ataupun dilakukan wawancara dengan pelaku sejarah atau saksi sejarah. Metode sejarah mempunyai tahap awal yaitu mengumpulkan jejak masa lalu, kemudian menyelidiki keaslian jejak tersebut lalu menentapkan makna yang saling berhubungan dan terakhir menyampaikan hasil dari kajian. Dalam penelitian sejarah ada beberapa tahap yang perlu dilalui. Tahapan-tahapan tersebut adalah pengumpulan sumber (Heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi Buya Awis karni Husein sangat berpengaruh dalam mengembangkan kitab kuning kalangan santri di Nagari Pasia dan masyarakat sekitarnya setiap ada ceramah puasa, khubah jum''at, dan berdakwah pasti beliaulah yang di panggil untuk menghadiri ceramah tersebut, Pendekatan dakwah yang beliau lakukan, tidak jauh berbeda dengan metode beliau mengajar di sekolah yaitu, tanya jawab dan berdiskusi dengan jama''ah seputar permasalahan yang dihadapi, khususnya masalah-masalah Fiqih.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan Islam tradisional, Surau, Kitab Kuning, Adat Basandi Syarak
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam
Agama Islam > Sejarah Islam > Sejarah Islam di Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 01 Jul 2026 07:57
Last Modified: 01 Jul 2026 07:57
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34239

Actions (login required)

View Item View Item