Khair, Yaumun (2026) Hambatan Komunikasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Salafiyah Perkampungan Minangkabau. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (480kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (383kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (617kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan komunikasi antara pembina dan santri dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya Minangkabau di Pondok Pesantren Salafiyah Perkampungan Minangkabau. Kegiatan ekstrakurikuler seperti silat laga, silat randai, dan petatah-petitih (Alua Pasambahan) tidak hanya mengajarkan keterampilan budaya, tetapi juga menggunakan bahasa, istilah adat, dan ungkapan tradisional Minangkabau yang berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi, terutama bagi santri yang berasal dari latar belakang daerah dan budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk hambatan komunikasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Salafiyah Perkampungan Minangkabau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pembina dan santri sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori hambatan komunikasi Joseph A. DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan fisik ditemukan pada kegiatan ekstrakurikuler Silat Laga yang dilaksanakan di ruang terbuka, sehingga kebisingan kendaraan serta kondisi cuaca panas dan hujan mengganggu proses penyampaian instruksi pembina dan konsentrasi santri saat melakukan gerakan silat tradisional Minangkabau. Hambatan psikologis muncul dalam bentuk rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri santri. Rasa malu ditemukan pada santriwati Silat Laga ketika melakukan gerakan silat di ruang terbuka yang dapat disaksikan orang lain, sedangkan kurangnya kepercayaan diri ditemukan pada kegiatan Silat Randai ketika santri merasa takut salah dan ragu bertanya saat latihan berlangsung. Hambatan semantik paling dominan ditemukan pada kegiatan ekstrakurikuler Petatah-Petitih (Alua Pasambahan) akibat penggunaan ungkapan adat, petatah petitih, serta langgam bahasa Minangkabau yang mengandung makna filosofis dan sulit dipahami oleh sebagian santri, khususnya santri yang berasal dari luar Sumatera Barat. Adapun hambatan fisiologis tidak ditemukan secara signifikan karena kondisi fisik santri secara umum berada dalam keadaan baik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi yang terjadi dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya Minangkabau meliputi hambatan fisik, psikologis, dan semantik. Hambatan semantik menjadi hambatan yang paling dominan karena penggunaan bahasa Minangkabau, istilah adat, serta ungkapan budaya yang tidak selalu dipahami oleh seluruh santri, terutama santri yang berasal dari luar Sumatera Barat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hambatan komunikasi, Ekstrakurikuler, Budaya Minangkabau, Pondok pesantren, Santri |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 07:43 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 07:43 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33976 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
