Dewi, Ratna (2026) Menjaga kekerabatan adat Batak dalam perspektif agama di Desa Kampung Baru Kecamatan Simpang Kanan Riau. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
RATNA DEWI-2215030010 Cover.pdf - Published Version Download (533kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (90kB) |
|
|
Text (bab v-dapus)
RATNA DEWI-2215030010 (BAB V-DAFTAR PUSTAKA).pdf - Published Version Download (168kB) |
|
|
Text (fulltext)
RATNA DEWI-2215030010 FUL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (905kB) |
Abstract
Skripsi ini membahas tentang Menjaga Kekerabatan Adat Batak dalam Perspektif Agama di Desa Kampung Baru, Riau.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya sistem kekerabatan masyarakat Batak yang bersifat patrilineal, di mana garis keturunan dan marga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Dalam praktiknya, Masyarakat Batak memiliki aturan adat yang mengatur hubungan kekerabatan, termasuk larangan menikah satu marga sebagai bentuk menjaga kekerabatan dan keberlangsungan keturunan. Di sisi lain, Masyarakat Batak juga hidup berdampingan dengan ajaran Agama yang menjadi pedoman moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari yang kadang kala bertentangan dengan Adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat Batak di Kecamatan Simpang Kanan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjaga kekerabatan memiliki makna penting bagi masyarakat Batak karena berkaitan dengan identitas keluarga, keberlanjutan marga, dan kehormatan adat. Upaya menjaga garis darah dilakukan melalui larangan menikah satu marga, mempertahankan sistem patrilineal, pelaksanaan acara adat, serta pengangkatan anak sebagai penerus marga. Dalam perspektif agama, masyarakat Batak memandang bahwa menjaga kekerabatan tidak bertentangan dengan ajaran agama selama tidak melanggar nilai-nilai moral dan ketentuan agama, memiliki makna bahwa masyarakat Batak menganggap tradisi menjaga kekerabatan atau menjaga keturunan sebagai sesuatu yang boleh dilakukan dan dapat berjalan seiring dengan ajaran agama, asalkan pelaksanaannya tidak melanggar aturan agama maupun norma moral yang berlaku. Penelitian ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan kajian komparatif mengenai praktik Menjaga Kekerabatan Adat Batak pada berbagai kelompok agama dan wilayah yang berbeda guna memperoleh gambaran yang lebih luas tentang relasi antara adat, agama, dan perubahan sosial dalam masyarakat Batak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adat Batak, Menjaga Kekerabatan, Sistem Patrilineal, Perkawinan Semarga, Perspektif Agama. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 200 Agama > Hubungan Antar Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Studi Agama-Agama |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:48 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:48 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
