Chindy, Aulia (2026) Melaut dalam dualisme keyakinan: Agama dan tradisi nelayan. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
CHINDY AULIA-2215030006 (COVER-ABSTRAK).pdf - Published Version Download (592kB) |
|
|
Text (BAB I)
SKRIPSI BAB 1.pdf - Published Version Download (414kB) |
|
|
Text (BAB III)
SKRIPSI BAB III.pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (508kB) |
|
|
Text (fulltext)
CHINDY AULIA-2215030006 (SKRIPSI FULL TEKS).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini membahas bagaimana dualisme keyakinan dalam tradisi melaut masyarakat nelayan di Kampung Air Uba, Nagari Inderapuro, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Fenomena dualisme keyakinan terlihat dari perpaduan antara ajaran Islam dengan keyakinan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat nelayan dalam ritual sebelum melaut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual sebelum melaut, bentuk-bentuk tradisi melaut, serta makna dualisme keyakinan pada masyarakat nelayan di Kampung Air Uba, Nagari Inderapuro, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Untuk menjawab persoalan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari nelayan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual melaut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual melaut dilakukan secara berkelompok sebelum keberangkatan melaut, terutama ketika nelayan hendak pergi ke laut lepas. Ritual diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat atau nelayan senior, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan sesajen berupa nasi kuning, bunga, lauk-pauk, dan perlengkapan lainnya yang dihanyutkan ke laut. Dalam ritual tersebut juga dibacakan Surah Al-Fatihah, shalawat, zikir, dan doa keselamatan sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Tradisi melaut dimaknai masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap laut, permohonan keselamatan, serta warisan budaya leluhur yang harus dijaga. Dualisme keyakinan terlihat dari cara masyarakat memadukan ajaran Islam dengan tradisi lokal dalam kehidupan sosial dan spiritual mereka. Kemudian penelitian ini merekomendasikan kepada penelitian selanjutnya, untuk mengkaji secara lebih mendalam mengenai hubungan antara agama, budaya, dan perubahan sosial yang memengaruhi keberlangsungan tradisi melaut pada masyarakat nelayan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dualisme Keyakinan, Tradisi Melaut, Nelayan, Sinkretisme, Antropologi Agama. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 200 Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Studi Agama-Agama |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:20 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33619 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
