Penafsiran Kata Al-Fashl (الفصل) dalam Al-Qur’an (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu)

Andito, Muhammad Sasri (2026) Penafsiran Kata Al-Fashl (الفصل) dalam Al-Qur’an (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
M. Sasri Andito-2215050065-COVER - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (706kB)
[img] Text (Bab 1)
M. Sasri Andito-2215050065-BAB I.pdf - Published Version

Download (542kB)
[img] Text (Bab 3)
M. Sasri Andito-2215050065-BAB III.pdf - Published Version

Download (415kB)
[img] Text (Bab v-dapus)
M. Sasri Andito-2215050065-BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (466kB)
[img] Text (fulltext)
M. Sasri Andito-2215050065-Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penafsiran kata al-fashl (الفصل) dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya keberagaman makna kata al-fashl dalam beberapa ayat Al-Qur’an sehingga diperlukan analisis semantik untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dasar dan makna relasional kata al-fashl, mengetahui makna sinkronik dan diakroniknya, serta mengungkap weltanschauung atau pandangan dunia Al-Qur’an terhadap kata al-fashl. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an dan kitab Al-Muʿjam al-Mufahras li-Alfāẓ al-Qurʾān al-Karīm karya Muhammad Fuʾād ʿAbd al-Bāqī untuk menelusuri ayat-ayat yang memuat kata al-fashl, buku semantik karya Toshihiko Izutsu berjudul Relasi Tuhan dan Manusia Pendekatan Semantik terhadap Al-Qur’an. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, kamus bahasa Arab, buku semantik, dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu melalui tahapan analisis makna dasar dan makna relasional, sinkronik dan diakronik, serta weltanschauung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dasar kata al-fashl adalah memisahkan, membedakan, dan memberikan keputusan secara tegas. Adapun makna relasionalnya dalam Al-Qur’an berkembang sesuai konteks ayat. Kata al-fashl bermakna pembeda antara hak dan batil dalam QS. At-Thariq ayat 13, bermakna hari keputusan dalam beberapa ayat seperti QS. Ash-Shaffat ayat 21, QS. Ad-Dukhan ayat 40, QS. Al-Mursalat ayat 13, 14, dan 38, serta QS. An-Naba ayat 17, bermakna ketegasan hukum dalam QS. Shad ayat 20, dan bermakna ketetapan Allah dalam QS. Asy-Syura ayat 21. Secara sinkronik dan diakronik, kata al-fashl mengalami perkembangan makna dari penggunaan umum pada masa pra-Qur’anik menjadi konsep religius dan teologis pada masa Qur’anik dan pasca-Qur’anik. Adapun weltanschauung Al-Qur’an terhadap kata al-fashl menunjukkan adanya konsep keadilan Allah, pemisahan antara hak dan batil, serta ketegasan keputusan Allah terhadap manusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Al-Fashl, Al-Qur’an, Semantik, Toshihiko Izutsu
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 11 Aug 2026 01:35
Last Modified: 11 Aug 2026 01:35
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33566

Actions (login required)

View Item View Item