Penafsiran ayat-ayat tentang pengelolaan harta anak yatim dalam tafsir al-Manar

Harahap, Nuraisyah (2026) Penafsiran ayat-ayat tentang pengelolaan harta anak yatim dalam tafsir al-Manar. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover-abstrak)
cover-abstrak.pdf - Published Version

Download (639kB)
[img] Text (Bab I)
bab 1.pdf - Published Version

Download (422kB)
[img] Text (Bab III)
bab 3.pdf - Published Version

Download (328kB)
[img] Text (Bab V)
bab 5-dapus.pdf - Published Version

Download (277kB)
[img] Text
full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih terjadinya penyalahgunaan harta anak yatim, seperti pencampuran harta anak yatim dengan harta pribadi wali serta penggunaan harta anak yatim untuk kepentingan pribadi. Padahal Al-Qur’an menegaskan pentingnya menjaga hak-hak anak yatim dan melarang segala bentuk kezaliman terhadap harta mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha terhadap ayat-ayat pengelolaan harta anak yatim dalam Tafsir al-Manar,memahami tanggung jawab wali terhadap harta anak yatim, dan mengetahui bentuk-bentuk pengelolaan harta anak yatim yang diperbolehkan dalam Tafsir al-Manar. Ayat yang menjadi fokus penelitian adalah QS.Al-baqarah 220, QS. an-Nisa’ ayat 2,5, 6, 10,dan 127 serta QS. al-An‘am ayat 152. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research menggunakan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik). Sumber data primer berasal dari kitab Tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menghimpun dan mengklasifikasikan ayat-ayat tentang pengelolaan harta anak yatim. Analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha menegaskan harta anak yatim sebagai amanah yang wajib dijaga dan tidak boleh disalahgunakan. Larangan memakan harta anak yatim mencakup segala bentuk manipulasi, pengurangan hak, dan pencampuran harta yang merugikan anak yatim. Tanggung jawab wali adalah menjaga, memelihara, dan mengelola harta anak yatim dengan amanah, jujur, dan adil, karena wali hanya sebagai pengelola, bukan pemilik harta. Adapun bentuk pengelolaan harta anak yatim harus berdasarkan prinsip bi al-latī hiya aḥsan, yaitu dengan cara yang terbaik dan bermanfaat, seperti menjaga, mengembangkan harta secara halal, memenuhi kebutuhan anak yatim, dan menyerahkan harta ketika anak yatim telah dewasa dan mampu mengelolanya sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 27 Jun 2026 11:04
Last Modified: 27 Jun 2026 11:04
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33549

Actions (login required)

View Item View Item