Prayoga, Aldo (2026) Etika privasi digital dalam penafsiran surah an-Nur ayat 27-28: Analisis ma'na cum maghza. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER- DAFTAR ISI)
cover-daftar isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Repostory.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Repostory 26.pdf - Published Version Download (451kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V Repostory 26.pdf - Published Version Download (470kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEKS SKRIPSI ALDO Final.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena pelanggaran privasi di era digital, seperti tindakan doxing, eksploitasi konten media sosial tanpa izin, serta pengabaian adab dalam komunikasi daring. Surah An-Nur ayat 27-28 merupakan landasan teologis utama yang mengatur etika isti’dzan (meminta izin) dan penghormatan terhadap ruang privat. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya reaktualisasi makna ayat tersebut agar relevan dalam menjawab tantangan privasi kontemporer yang melampaui batas fisik menuju ruang siber. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis Ma’na Cum Maghza yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin. Pendekatan ini berfokus pada penggalian makna teks melalui tiga tahapan utama: makna historis al-ma’na al-tarikhi, pesan utama historis al-maghza al-tarikhi, dan signifikansi dinamis kontemporer al-maghza al-mutaharrik al- mu’asir. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Secara historis al-ma’na al- tarikhi, isti’dzan tidak hanya dipahami sebagai izin formal, tetapi juga upaya menciptakan rasa nyaman tasta’nisu agar kehadiran seseorang tidak mengganggu privasi atau mengejutkan penghuni rumah. Pesan utama historis al-maghza al-tarikhi ayat ini adalah perlindungan terhadap kedaulatan ruang pribadi sebagai instrumen untuk menjaga kehormatan dan martabat manusia. Dalam signifikansi kontemporer al-maghza al-mutaharrik al-mu’asir, prinsip Isti’dzan bertransformasi menjadi etika perlindungan data pribadi dari ancaman Doxing, adab berkomunikasi melalui media sosial yang menghargai waktu dan ruang personal orang lain, serta larangan mengeksploitasi ruang privat demi konten tanpa persetujuan eksplisit. Penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur'an mengenai privasi bersifat adaptif dalam memperkuat perlindungan individu di tengah masyarakat digital saat ini. Kata Kunci: Isti’dzan, Privasi, Era Digital, Ma’na Cum Maghza, An-Nur: 27-28.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Isti’dzan, Privasi, Era Digital, Ma’na Cum Maghza, An-Nur: 27-28. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Asbabul Nuzul Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Sejarah Al-Qur'an Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Cerita - Cerita Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 27 Jun 2026 08:41 |
| Last Modified: | 27 Jun 2026 08:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
