Dzikrullah, M. Fadli (2026) Tradisi Khatam Kaji Sebagai Resolusi Konflik Keluarga Pada Acara Kematian di Desa Salam Buku, Merangin, Jambi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
M. Fadli Dzikrullah_2215050014_Cover-daftar isi.pdf - Published Version Download (643kB) |
|
|
Text (BAB I)
M. Fadli Dzikullah_2215050014_BAB I (2).pdf - Published Version Download (487kB) |
|
|
Text (BAB III)
M. Fadli Dzikullah_2215050014_BAB III (2).pdf - Published Version Download (333kB) |
|
|
Text (BAB V)
M. Fadli Dzikullah_2215050014_BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (308kB) |
|
|
Text (fulltext)
M. Fadli Dzikullah_2215050014_fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik khataman Al-Qur’an (disebut Khatam Kaji) yang tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana penyelesaian konflik dalam keluarga, khususnya ketika terjadi musibah kematian. Masyarakat Desa Salam Buku meyakini bahwa melalui proses khataman, anggota keluarga yang semula berselisih dapat kembali berkumpul, bekerja sama, dan saling memaafkan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana prosesi khatam kaji pada acara kematian, dan (2) bagaimana tradisi tersebut berfungsi sebagai resolusi konflik keluarga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan perspektif Living Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan (pegawai syarak, tokoh adat, dan masyarakat), serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Khatam Kaji pada acara kematian di Desa Salam Buku terdiri dari tiga tahap: (1) persiapan, meliputi penunjukan 15 petugas pembaca Al-Qur’an oleh perangkat desa dan pegawai syarak, pembagian kertas berisi juz bacaan, serta pembacaan Surah Yasin dan tahlil pada malam pertama hingga ketiga; (2) pelaksanaan, yaitu pembacaan bersama juz 30 (surat pendek) pada malam ke-40 di rumah duka yang dipimpin oleh imam; dan (3) penutup, berupa tahlil, dzikir, doa khataman, serta makan bersama. Tradisi ini terbukti mampu menjadi penyelesaian konflik keluarga melalui tiga mekanisme: (a) konsiliasi, mempertemukan pihak yang berselisih, (b) mediasi, khataman sebagai penengah yang menumbuhkan kerja sama, dan (c) arbitrasi, musibah kematian menyadarkan pentingnya perdamaian. Dengan demikian, Khatam Kaji tidak hanya bernilai keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial dan penyelesai konflik keluarga di masyarakat Desa Salam Buku.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Living Qur’an, Khatam Kaji, Resolusi Konflik Keluarga, Tradisi Kematian |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:48 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:48 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
