kurniawan, iqbal (2026) Makna al-hayawān dalam QS.Al-ankabut [29]:64 (Analisis pendekatan ma’na cum Maghza). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (FILE COVER-ABSTRAK)
FILE COVER-ABSTRAK.pdf - Published Version Download (849kB) |
|
|
Text (FILE BAB 1)
FILE BAB 1.pdf - Published Version Download (450kB) |
|
|
Text (FILE BAB III)
FILE BAB III.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (BAB V-DAPUS)
FILE BAB V-DAPUS.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (FILE FULL TEX)
FILE FULL TEX.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kehidupan dunia sering dipandang sebagai tujuan utama manusia sehingga orientasi terhadap kehidupan akhirat semakin berkurang. Sementara itu, Al-Qur’an menyebut kehidupan akhirat dengan istilah al-ḥayawān, suatu istilah yang hanya muncul satu kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada QS. al-‘Ankabūt [29]:64. Keunikan penggunaan istilah tersebut menunjukkan adanya pesan yang penting untuk dikaji secara mendalam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama, yaitu: (1) bagaimana makna al-ḥayawān dalam QS. al-‘Ankabūt [29]:64 berdasarkan pendekatan Ma‘nā Cum Maghzā; dan (2) bagaimana signifikansi konsep tersebut dalam konteks kehidupan kontemporer. Kajian ini penting dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai hakikat kehidupan menurut Al-Qur’an serta relevansinya bagi kehidupan manusia masa kini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif-studi kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian adalah QS. al-‘Ankabūt [29]:64, sedangkan sumber data sekundernya meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, kamus bahasa Arab, hadis, buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Ma‘nā Cum Maghzā Sahiron Syamsuddin melalui tahapan analisis linguistik, intratekstualitas, intertekstualitas, serta analisis konteks historis mikro dan makro untuk merekonstruksi makna historis dan merumuskan signifikansi ayat dalam konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-ma‘nā al-tārīkhī dari kata al-ḥayawān adalah kehidupan akhirat yang sesungguhnya, sempurna, dan kekal, berbeda dengan kehidupan dunia yang bersifat sementara. Adapun al-maghzā al-tārīkhī ayat ini adalah penegasan kepada masyarakat Arab pada masa turunnya Al-Qur’an agar tidak terjebak pada orientasi duniawi dan menyadari bahwa kehidupan akhirat merupakan tujuan utama manusia. Sementara itu, al-maghzā al-mutaḥarrik al-mu‘āṣir menunjukkan bahwa konsep al-ḥayawān relevan sebagai landasan etis dan spiritual dalam menghadapi kecenderungan materialisme, hedonisme, dan orientasi hidup yang berpusat pada dunia. Dengan demikian, al-ḥayawān mengandung pesan bahwa kehidupan dunia hendaknya dipahami sebagai sarana untuk mempersiapkan kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan yang hakiki dan abadi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Ḥayawān, QS. Al-‘Ankabūt :64, Ma‘nā Cum Maghzā, |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Agama Islam > Akidah & Ilmu Kalam > Hidup Sesudah Mati |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 06:27 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 06:27 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33451 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
