Rohman, Mulki (2026) Tradisi Pembayaran Pitih Labiah sebagai Syarat Melaksanakan Perkawinan dalam Prespektif Maqosid Al-Syariah (Studi di Punggasan Timur, Kabupaten Pesisir Selatan). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Mulki Rohman-2113010069-Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (881kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (417kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (BAB 5-DAFTAR PUSTAKA)
BAB 5-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (228kB) |
|
|
Text (fulltext)
Mulki Rohman-2113010069-Full Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik Pembayaran Pitih Labiah sebagai syarat adat dalam pelaksanaan perkawinan di Kampung Baliak Gunuang, Nagari Punggasan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Pitih Labiah merupakan sejumlah uang yang diberikan oleh calon mempelai laki-laki kepada mamak pihak perempuan sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukannya dalam sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau. Dalam praktiknya, Pitih Labiah tidak hanya berfungsi sebagai simbol adat, tetapi juga menjadi syarat yang harus dipenuhi sebelum perkawinan dilangsungkan. Namun, dalam beberapa kasus, ketentuan tersebut menyebabkan penundaan bahkan pembatalan perkawinan karena ketidak mampuan calon mempelai laki-laki memenuhi jumlah yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan praktik tradisi pemberian Pitih Labiah dalam prosesi perkawinan di Kampung Baliak Gunuang Nagari Punggasan Timur, (2) menjelaskan tujuan dan dampak sosial dari tradisi Pitih Labiah sebagai syarat melaksanakan perkawinan di Kampung Balik Gunung Nagari Punggasan Timur dan (3) menganalisis tinjauan Maqasid al-Syariah terhadap tradisi pembayaran Pitih Labiah sebagai syarat melaksanakan perkawinan di Kampung Balik Gunung Nagari Punggasan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap masyarakat yang terlibat dalam tradisi Pitih Labiah, mamak, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan perspektif Maqashid al-yari'ah Imam Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pitih Labiah dilaksanakan sebagai syarat adat yang diberikan kepada mamak pihak perempuan sebagai bentuk penghormatan terhadap perannya dalam keluarga matrilineal
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pitih Labiah, Perkawinan Adat, Maqosid Al-Syariah, Minangkabau |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:42 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:42 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33382 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
