Syafelendra, Mhd. Fuadin (2026) Penafsiran Infak Menurut At-Tanwir dan Al-Ibriz (QS. Al-Baqarah Ayat 261). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (480kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (418kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (466kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas penafsiran Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang infak dalam Tafsir At-Tanwir dan Tafsir Al-Ibriz. Dalam bahasa, istilah infak berasal dari kata Arab anfaqa–yunfiqu–infaqan yang berarti mengeluarkan, membelanjakan, atau menggunakan harta untuk suatu kepentingan. Ayat ini menggambarkan perumpamaan orang yang berinfak di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, di mana setiap bulir berisi seratus biji, yang menunjukkan besarnya balasan bagi orang yang berinfak dengan ikhlas. bagaimana Tafsir At-Tanwir dan Tafsir Al-Ibriz memahami makna infak dalam QS. AlBaqarah ayat 261, serta apa saja persamaan dan perbedaan penafsiran yang terdapat di antara keduanya. Perbedaan latar belakang, metode, dan corak penafsiran kedua tafsir tersebut berpotensi menghasilkan pemahaman yang berbeda mengenai konsep, tujuan, dan keutamaan infak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis komparatif untuk mengetahui karakteristik penafsiran infak dalam kedua tafsir tersebut secara lebih jelas dan mendalam. Untuk menganalisis penafsiran QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang infak menurut tafsir At-Tanwir, Untuk menganalisis penafsiran QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang infak menurut tafsir Al-Ibriz, Untuk menganalisis persamaan dan perbedaan antara tafsir At-Tanwir dan tafsir Al-Ibriz terkait ayat infak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir komparatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir At-Tanwir sebagai representasi tafsir Muhammadiyah dan Tafsir Al-Ibriz sebagai representasi tafsir Nahdlatul Ulama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian ini penulis menilai bahwa perbedaan antara at-Tanwir dan al-Ibriz bukan pada substansi teologis ayat 261, melainkan pada orientasi metodologis. AtTanwir mewakili paradigma tafsir modernis yang rasional-ilmiah dan kontekstual, sedangkan al-Ibriz merepresentasikan paradigma tafsir tradisionalis yang menjaga sanad bil ma’tsur dan kearifan lokal. Keduanya saling melengkapi dalam khazanah tafsir Nusantara: at-Tanwir menawarkan rasionalisasi infak dalam kerangka pembangunan peradaban, sedangkan al-Ibriz menguatkan internalisasi nilai filantropi melalui bahasa dan budaya pesantren.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Infak, At-Tanwir, Al-Ibriz, Al-Baqarah 26 |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 00:53 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 00:53 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33236 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
