Tradisi Khatam Al-Qur’an Sebelum Akad Nikah pada Masyarakat Melayu di Desa Bagan Laguh Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan: Studi Living Qur'an

Buchori, Usman (2026) Tradisi Khatam Al-Qur’an Sebelum Akad Nikah pada Masyarakat Melayu di Desa Bagan Laguh Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan: Studi Living Qur'an. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (687kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (482kB)
[img] Text (Bab v-dapus)
BAB V-DAPUS..pdf - Published Version

Download (496kB)
[img] Text (Skripsi Full Text)
skripsi full text...pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi khatam Al-Qur’an sebelum akad nikah yang menjadi bagian dari adat masyarakat Melayu Desa Bagan Laguh. Tradisi ini menarik karena memiliki bentuk pelaksanaan yang berbeda dari pengertian khatam Al-Qur’an pada umumnya. Jika secara umum khatam Al-Qur’an berarti menyelesaikan pembacaan 30 juz, di Desa Bagan Laguh tradisi ini dilakukan dengan pembacaan surah Ad-Dhuha sampai An-Nas dan dijadikan bagian dari rangkaian pernikahan. Fenomena tersebut menunjukkan adanya resepsi masyarakat terhadap Al-Qur’an yang kemudian melahirkan praktik sosial dan budaya tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap asal-usul tradisi khatam Al-Qur’an sebelum akad nikah pada masyarakat Melayu Desa Bagan Laguh, mendeskripsikan pelaksanaannya, serta menganalisis makna yang diberikan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif Living Qur'an Ahmad Ubaydi Hasbillah sebagai teori utama dan teori resepsi Al-Qur’an Ahmad Rafiq sebagai teori pendukung. Perspektif Living Qur'an digunakan untuk menganalisis bagaimana Al-Qur’an diaktualisasikan dalam tradisi khatam Al-Qur’an sebelum akad nikah, sedangkan teori resepsi Al-Qur’an digunakan untuk memahami bentuk pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, tradisi khatam Al-Qur’an sebelum akad nikah di Desa Bagan Laguh berasal dari warisan budaya Melayu pada masa Kesultanan Siak Sri Indrapura yang kemudian berkembang di tengah masyarakat dan mulai dikenal sejak tahun 1954 melalui dakwah guru mengaji dan para mubaligh. Kedua, pelaksanaan tradisi ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembacaan Al-Qur’an oleh calon pengantin, doa khatam, serta ditutup dengan doa bersama dan jamuan makan. Ketiga, masyarakat memaknai tradisi ini sebagai bentuk keberkahan, kesiapan spiritual calon pengantin, sarana mempererat solidaritas sosial, dan upaya melestarikan identitas budaya Islam Melayu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Living Qur’an, Tradisi Khatam Al-Qur’an, Keberkahan
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 24 Jun 2026 06:54
Last Modified: 24 Jun 2026 06:54
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33230

Actions (login required)

View Item View Item