Fernando, Ferly (2026) Penafsiran fasād menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover dll)
File Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (File BAB I)
File BAB I.pdf - Published Version Download (561kB) |
|
|
Text (File BAB III)
File BAB III.pdf - Published Version Download (395kB) |
|
|
Text (File BAB V dan Daftar Pustaka)
File BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (408kB) |
|
|
Text (File Full Text)
File Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya krisis moral dan kerusakan lingkungan dalam kehidupan modern-kontemporer yang tidak dapat terlepas dari penyimpangan manusia terhadap nilai-nilai agama, keputusan yang mereka ambil baik terhadap makhluk sosial dan lingkungan, yang mana dari kebijakan atau keputusan tersebut dapat mengakibatkan berbagai bentuk kerusakan. Dalam konteks tersebut, konsep fasād (Kerusakan) dalam Al-Qur’an menjadi penting untuk dikaji, sebagaimana penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab Bagaimana Penafsiran Fasād Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah dengan mengetahui makna ayat-ayat yang mengandung kata fasād menurut M. Quraish Shihab serta menjelaskan relasi kata fasād dengan kata-kata lain dalam Tafsir Al-Mishbah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan berbagai sumber yang tertulis, baik berupa Al-Qur’an dan tafsir Al-Mishbah sebagai sumber primer dan literatur pendukung lainnya. Analisis data menggunakan metode analisis isi yaitu Penafsiran fasād menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, makna fasād menurut M. Quraish Shihab tidak hanya terbatas pada kerusakan secara fisik semata, melainkan mencakup berbagai bentuk kerusakan yang menjadi sebab akibat terjadinya kerusakan dari tauhid, moral, ekonomi, politik, sosial, dan ekologis. Kedua, relasi kata fasād dengan kata lain menunjukkan bahwa fasād berlawanan makna dengan iṣlāḥ (perbaikan), serta memiliki hubungan kausal atau kesamaan makna dengan isrāf (melampaui batas), ṭaghā (sewenang-wenang), taʻtsāw (bersegera dalam kerusakan), dan ʻuluwwan (keangkuhan).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fasād, M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:08 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:08 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33213 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
