Studi Komparatif Pemikiran al-Mawardi dan Zakiah Daradjat tentang Pendidik

Yuniendel, Ratna Kasni (2017) Studi Komparatif Pemikiran al-Mawardi dan Zakiah Daradjat tentang Pendidik. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pendidik merupakan pilar utama keberhasilan pendidikan. Pendidikan yang berhasil terindikasi pada perubahan peserta didik, baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Untuk itu pendidik harus memiliki sejumlah kompetensi guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya. Sejauh ini pendidikan di Indonesia dikatakan belum berhasil dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di antara indikasinya adalah belum optimalnya pembinaan peserta didik terutama pada ranah afektif. Fenomena perkelahian, narkoba, pergaulan bebas (hubungan seksual) menuntut perlunya optimalisasi peran dan fungsi pendidik di lembaga formal. Dengan bercermin kepada profil pendidik menurut al-Mawardi dan Zakiah Daradjat kiranya dapat menjadi teladan untuk melahirkan sosok pendidik yang ideal dalam konteks pendidikan Islam. Tujuan penelitian ini secara umum ialah untuk membandingkan pemikiran al-Mawardi dan Zakiah Daradjat tentang pendidik. Sementara tujuan khususnya adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran al-Mawardi dan Zakiah Daradjat tentang hakikat pendidik, syarat-syarat pendidik, kompetensi pendidik, tugas dan tanggung jawab pendidik serta etika pendidik. Jenis penelitian ini adalah library research (kajian pustaka). Sumber data primer penelitian ini terdiri atas karya-karya al-Mawardi dan Zakiah Daradjat, sedangkan sumber data sekunder mencakup buku-buku, literatur, jurnal dan hasil penelitian yang terkait dengan kedua tokoh yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber, mengumpulkan informasi, mendeskripsikan dan mengembangkan pemikiran kedua tokoh. Teknik analisis data meliputi analisis domain, analisis taksonomi dan analisis tema kultural. Dari pembahasan yang sudah dilakukan dapat dikemukakan: 1. Pendidik menurut al-Mawardi adalah seorang ‘alim yang menguasai ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu agama dan mendapat amanah agama untuk mengajarkannya kepada orang lain. Menurut Zakiah Daradjat pendidik adalah seorang profesional yang dipersiapkan dan dibekali dengan pengetahuan kependidikan dan tentang peserta didik khususnya, keterampilan dan nilai-nilai. Pada aspek ini al-Mawardi dan Zakiah Daradjat memiliki pandangan yang sama bahwa pendidik adalah seorang yang bertanggungjawab mencerdaskan intelektual dan kepribadian peserta didiknya. Perbedaan pemikiran keduanya bahwa al-Mawardi menyebut istilah pendidik dengan ‘alim yang mendapat amanah agama, sedangkan Zakiah Daradjat menyebut istilah pendidik dengan guru yang mendapat amanah dari institusi dan negara. 2. Syarat pendidik menurut al-Mawardi: mengamalkan ilmunya, disiplin dan memiliki komitmen serta integritas untuk mematuhi segala perintah Allah dan Rasul-Nya, tidak mengatakan dan tidak menyuruh apa yang tidak dikerjakan-nya dan tidak menyembunyikan apa yang seharusnya diperlihatkannya. Sementara syarat pendidik menurut Zakiah Daradjat: takwa kepada Allah, berilmu, sehat jasmani, berkelakuan baik, memiliki kepribadian, mengetahui ciri-ciri perkembangan peserta didik, menguasai metode mengajar yang menarik, menguasai bahan ajar, menjaga keutuhan jiwa anak didik, menghindari masalah khilafiyah, memperbaiki kesalahan yang terlanjur dilakukan oleh orang tua dan menghindari kesalahan dalam mengajar. Persamaan pemikiran keduanya bahwa pendidik harus bertakwa kepada Allah SWT dan mengamalkan ilmunya; menguasai ilmu jiwa perkembangan peserta didik. Perbedaan keduanya bahwa pendidik menurut al-Mawardi tidak mesti dipersiapkan oleh lembaga tertentu secara formal dan tidak mesti dibuktikan dengan ijazah, sedangkan menurut Zakiah Daradjat pendidik mesti dipersiap-kan oleh lembaga tertentu secara formal dan dibuktikan dengan ijazah. 3. Kompetensi pendidik menurut al-Mawardi antara lain: mampu memahami peserta didik dengan ketajaman intuisinya, mampu menguasai metode-metode mengajar yang efektif. Sementara menurut Zakiah Daradjat, pendidik penting memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi penguasaan bahan ajar dan kompetensi penguasaan cara-cara mengajar. Di antara persamaan keduanya bahwa pendidik mesti menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan menguasai cara-cara mengajarkannya. Sementara perbedaan keduanya bahwa metode pendidikan menurut al-Mawardi lebih berorientasi kepada upaya penanaman nilai-nilai dan pembentukan kepribadian yang islami, sedangkan metode pendidikan menurut Zakiah Daradjat lebih berorientasi kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik. 4. Tugas dan tanggung jawab pendidik menurut al-Mawardi; mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada peserta didik dengan menghilangkan sifat kikir, senantiasa belajar dan menimba ilmu dari orang lain guna memperluas atau memperba-harui ilmunya. Sementara tugas dan tanggung jawab pendidik menurut Zakiah Daradjat antara lain: mengajarkan kepada peserta didik pengetahuan, sikap dan keterampilan, membimbing dengan penuh kasih sayang, dan mengelola interaksi belajar mengajar. Persamaan keduanya bahwa tugas dan tanggung jawab pendidik adalah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Perbedaan keduanya bahwa tugas dan tanggung jawab pendidik menurut al-Mawardi terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan peserta didik, sementara tugas dan tanggung jawab pendidik menurut Zakiah Daradjat tidak hanya terbatas pada peserta didik, tetapi mencakup kelembagaan secara menyeluruh. 5. Etika pendidik menurut al-Mawardi antara lain: mensucikan diri dari mencari keuntungan dan kesenangan; tidak mengharapkan upah; menasihati, menyayangi, memudahkan serta membantu peserta didik. Sementara menurut Zakiah Daradjat mencakup: etika terhadap pekerjaan, etika terhadap peserta didik, etika terhadap diri sendiri serta etika terhadap sesama guru dan masyarakat. Persamaan pemikiran al-Mawardi dan Zakiah Daradjat bahwa keduanya memandang penting pendidik bersikap ikhlas dalam mendidik, keduanya mencela pendidik yang bermotif ekonomi, menunjukkan sikap kasih sayang dan lemah lembut serta tidak bersikap kasar terhadap peserta didik. Perbedaannya bahwa etika pendidik yang pertama dan utama menurut al-Mawardi adalah mensucikan jiwa dari tujuan-tujuan duniawi serta meluruskan niat mendidik karena Allah SWT. Sementara menurut Zakiah Daradjat, etika yang pertama bagi pendidik adalah mencintai profesinya sebagai guru.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Tokoh-tokoh Islam, Pendidik
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam
Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 12 Jun 2026 02:19
Last Modified: 12 Jun 2026 02:19
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33182

Actions (login required)

View Item View Item