Sobhan, Sobhan (2016) Pemikiran Muhammad Abduh Tentang Wakaf dan Relevansinya dengan Madzhab Hanafiy Serta Pembaharuan Perwakafan di Indonesia. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaharu pada saat kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi modern memasuki dunia Islam, terutama pada pertengahan abad ke-19 Masehi. Masa itu dipandang sebagai permulaan periode modern. Dia mempunyai karakteristik, bahwa umat Islam harus kembali kepada ajaran yang berkembang pada masa klasik, yaitu para sahabat dan al-salaf al-shâlih. Untuk itu ia membuka kembali pintu ijtihad dan melakukan perlawanan terhadap taqlid dan ke-madzhab-an. Ketika itu madzhab Hanafiy tengah berkembang sekaligus menjadi madzhab resmi di Negara Mesir. Namun Muhammad Abduh mempunyai prinsip, bahwa tidak waktunya untuk fanatik kepada satu madzhab saja. Itu pulalah sebabnya pada tulisan ini mengkorelasikan antara pemikiran Muhammad Abduh dengan mazhab Hanafiy. Untuk merealisasikan ide pembaharuannya ia memberi porsi sangat besar bagi peranan akal dalam berijtihad, prinsipnya “dalam persoalan mu’âmalah, apabila akal bertentangan dengan naqal maka didahulukan akal”, sehingga menimbulkan pro dan kontra terhadap sosoknya Ketika dikaitkan dengan objek materi penelitian ini, yakni mengenai pembaharuan perwakafan di Indonesia ternyata fatwa-fatwanya tentang perwakafan menempati posisi terbesar. Menilik masalah perwakafan di Indonesia dan perkembangannya yang ditandai dengan lahirnya undang-undang perwakafan terkesan mengikuti nuansa dan jalan fikiran pembaharuan Muhammad Abduh. Sementara madzhab yang diikuti oleh mayoritas masyarakat Indonesia adalah madzhab Syâfi’iy, baik dalam masalah ibadah maupun dalam persoalan mu’amalah. Peroblematika itu menimbulkan keinginan menelisik pengaruh pemikiran Muhammad Abduh terhadap konsepsi perwakafan di negara Mesir, relevansi pemikirannya dengan perwakafan madzhab Hanafiy dan kaitan antara pembaharuan pemikirannya dengan pembaharuan perwakafan di Indonesia. Untuk menjawab persoalan itu dilakukan penelitian kepustakaan yang tergolong penelitian singkronisasi hukum, dengan jenis pendekatan Sejarah dan Ushul Fiqh, dalam hal ini maqâshid al-syarî’ah dan al-mashlahah. Kemudian teknik analisis dilakukan content analysis, dianalisis secara kualitatif yang bersifat diskriftif analisis kritis. Akhirnya, dalam disertasi ini didapatkan kesimpulan bahwa Muhammad Abduh punya pengaruh besar dalam perwakafan di Mesir. Sedangkan konsepsi perwakafan dalam pemikirannya pada prinsipnya berkaitan dengan madzhab Hanafiy namun ia tidak menutup pintu untuk menerima madzhab lain bila menurut pertimbangan lebih mashlahah. Seiring dengan itu perwakafan di Indonesia tetap mengalami perkembangan. Sekalipun dalam pengamalan ibadah ada kecendrungan kepada madzhab Syâfi’iy. Namun soal mu’amalah yakni perwakafan membuka diri untuk bersikap fleksibel kepada madzhab Hanafiy seperti prinsip pembaharuan wakafa Muhammad Abduh, baik dari segi ide maupun dari segi materi. Karenanya perlu dikondisikan, kiranya fleksibelitas perlu ditingkatkan untuk mencapai mashlahah, seperti yang dicanangkan oleh Muhammad Abduh Rahimahullâh.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Muhammad Abduh - Madzhab Hanafiy - Indonesia, Tokoh Islam, Wakaf |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Sedekah Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 04:53 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 04:53 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33159 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
