Almujahidin, Almuhajidin (2015) Dinamika Pesantren di Kabupaten Sarolangun dan Kontribusinya terhadap Pembangunan Daerah. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran pesantren di Kabupaten Sarolangun? (2) Faktor apa saja yang mendorong terjadinya dinamika pesantren di Kabupaten Sarolangun? (3) Bagaimana pola dinamika yang terjadi pada pesantren di Kabupaten Sarolangun? dan (4) Bagaimana kontribusi pesantren di Kabupaten Sarolangun terhadap proses pembangunan daerah? Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan kondisi pesantren di Kabupaten Sarolangun; (2) Mengidentifikasi faktor pendorong terjadinya dinamika pesantren di Kabupaten Sarolangun; (3) Memetakan pola dinamika yang terjadi pada pesantren di Kabupaten Sarolangun; dan (4) Menganalisis kontribusi pesantren di Kabupaten Sarolangun terhadap pembangunan daerah. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan corak kombinasi antara penelitian lapangan (field research) dengan penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis-empiris, pendekatan sosiologis-antropologis, pendekatan fenomenologis, dan grounded theory. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data lapangan yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dengan menempuh beberapa langkah sebagai berikut: 1) menelaah seluruh data yang telah terkumpul dari berbagai sumber; 2) mereduksi data dengan cara melakukan abstraksi; 3) menyusun data dalam satuan-satuan (klasifikasi); 4) melakukan kategorisasi sambil melakukan koding; 5)melakukan pemeriksaan keabsahan data; dan 6) melakukan penafsiran dengan menggunakan metode induktif, deduktif, dan atau komparatif. Sedangkan data kepustakaan diolah melalui proses penelaahan, pembandingan, dan pengkategorisasian, untuk kemudian dilakukan analisis deskriptif dengan metode induktif, deduktif, dan atau komparatif. Penelitian ini berhasil mengungkapkan beberapa fakta. Pertama, kondisi umum pesantren di Kabupaten Sarolangun ditandai dengan: penyebaran yang tidak merata antar kecamatan; guru didominasi oleh laki-laki; terdapat perbedaan jumlah santri yang cukup signifikan antara pesantren yang memiliki lembaga pendidikan madrasah dan sekolah secara parallel dibandingkan dengan pesantren yang hanya memiliki madrasah atau sekolah saja; ada kecendrungan pesantren untuk lebih memilih sekolah, terutama Sekolah Menengah Kejuruan, sebagai lembaga pendidikan formal yang dikembangkan; ada beberapa pesantren yang belum memiliki fasilitas pokok yang seharusnya dimiliki oleh sebuah pesantren; dan dalam hal pendanaan, pesantren masih sangat bergantung pada sumbangan wali santri serta bantuan pemerintah. Kedua, dinamika pesantren di Kabupaten Sarolangun didorong oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa popularitas kiyai, sistem pendidikan, pola manajemen, sumber daya manusia, dan pola kerjasama yang dibangun. Sedangkan faktor eksternal berupa perhatian pemerintah daerah, perubahan sosial dan tuntutan masyarakat, tradisi masyarakat, kiprah alumni, dan kedekatan kiyai dengan pihak penguasa (pemerintah daerah). Ketiga, dinamika pesantren di Kabupaten Sarolangun berlangsung dalam beberapa pola sesuai dengan aspek yang mengalami dinamika: Pada aspek pertumbuhan, pesantren di Kabupaten Sarolangun muncul melalui tujuh pola; Dari aspek fisik, pesantren bermetamorfosis melalui empat pola; Pada aspek kelembagaan, pesantren berkembang melalui tiga pola; Dari aspek sistem dan metode pembelajarannya, pesantren berkembang dalam dua pola, sedangkan materi pelajaran berkembang dalam tiga pola; Dan, pada aspek kepemimpinannya pesantren berkembang dalam tiga pola. Keempat, dalam hal kontribusi pesantren di Kabupaten Sarolangun ditemukan fakta bahwa dari 68 langkah strategis pencapaian misi pembangunan Kabupaten Sarolangun, baru 19 di antaranya yang dilakukan oleh pesantren. Jika dipersentasekan, maka kontribusi pesantren di Kabupaten Sarolangun baru mencapai angka 27,94%. Kontribusi ini berpeluang untuk ditingkatkan dengan syarat pesantren harus menjalin komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah serta merangkai jaringan kerjasama yang lebih intensif dengan masyarakat, dunia usaha dan sesama pesantren.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pondok Pesantren |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pondok Pesantren |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 25 May 2026 07:30 |
| Last Modified: | 25 May 2026 07:30 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
