GAGASAN SYEKH SULAIMAN AL-RASULI Tentang Pendidikan Islam dan Penerapannya Pada Madrasah Tarbiyah Islamiyah di Sumatera Barat

Kosim, Muhammad (2013) GAGASAN SYEKH SULAIMAN AL-RASULI Tentang Pendidikan Islam dan Penerapannya Pada Madrasah Tarbiyah Islamiyah di Sumatera Barat. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli tentang pendidikan Islam yang meliputi: hakikat manusia, tujuan pendidikan, kurikulum, metode, pendidik dan peserta didik, (2) Bagaimanakah penerapan gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli terhadap pelaksanaan pendidikan Islam di Madrasah Tarbiyah Islamiyah di Provinsi Sumatera Barat saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis dan merumuskan pokokpokok gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli tentang pendidikan Islam, dan (2) Menganalisis penerapan dari gagasan pendidikan Islam Syekh Sulaiman al-Rasuli pada MTI yang ada di Sumatera Barat saat ini. Secara teoritis, keguanaan penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi gagasan pendidikan Islam dalam khazanah pendidikan Islam, khususnya di Indonesia, dari seorang ulama besar dan terkemuka di Minangkabau, yaitu Syekh Sulaiman al-Rasuli. Jenis penelitian yang digunakan adalah: (1) penelitian tokoh, untuk mengkaji ketokohan Syekh Sulaiman al-Rasuli dengan tahapan orientasi, eksplorasi, dan penelitian terfokus, (2) penelitian kepustakaan (library research), untuk merumuskan pokok-pokok pikirannya tentang pendidikan Islam dari beberapa karya tulisnya dengan metode content analisis dan pendekatan hermeneutik, dan (3) penelitian lapangan (field research), untuk mengkaji penerapan gagasannya pada MTI Sumatera Barat, yang dibatasi pada MTI Canduang, MTI Jaho, dan MTI Batang Kabung yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Ketiganya menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah melakukan penelitian, ditemukan beberapa hasil penelitian, yaitu: pertama, gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli tentang pendidikan Islam hanya membicarakan tentang hakikat manusia, tujuan pendidikan, kurikulum, metode, kode etik pendidik, sifat dan kode etik peserta didik serta pendidikan informal. Ia memandang manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani, sebagai ‘Abd Allah dan khalifah-Nya di muka bumi serta berperan sebagai makhluk individu dan sosial. Tujuan pendidikan mesti berorientasi pada akhirat untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga ia bisa menjalankan perannya sebagai hamba Allah yang berakhlak mulia dan manusia yang cerdas. Kurikulum yang ditawarkannya pun lebih menekankan ilmu-ilmu agama (al-‘ulūm al-diniyyah), seperti al-Qur‟an, hadis, aqidah, fiqh, akhlak dan ilmu alat (bahasa Arab). Materi itu diajarkan dengan beberapa metode, seperti metode keteladanan, kisah, nasehat, bertahap dan pembiasaan. Maka seorang pendidik, mesti menjalankan perannya sebagai ulama yang harus berakhlak mulia dan memiliki kode etik seperti sifat adil, ikhlas dan penuh kasih sayang, mampu bersosialisasi dengan sesama pendidik dan dengan masyarakat serta mampu bekerja sama dengan umara. Sebaliknya, peserta didik mesti berakhlak yang mulia sesuai ajaran agama dan adat, mulai dari niat hanya mengharapkan ridha Allah, mengamalkan ilmu dengan orientasi akhirat, istiqamah, dan bersungguh-sungguh. Di samping itu, ia juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendidik akhlak anak-anaknya. Dengan demikian, Syekh Sulaiman al-Rasuli patut disebut sebagai tokoh pendidikan Islam, di mana ketokohannya dilihat dari tiga aspek, yaitu sebagai praktisi, pembaharu dan pemikir pendidikan Islam. Kedua, penerapan gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli pada MTI di Sumatera Barat, dalam hal ini MTI Canduang, MTI Jaho, dan MTI Batang Kabung, sebagian besar masih diterapkan di ketiga MTI ini. Namun ada hal-hal yang tidak sepenunya diterapkan, seperti model kurikulum yang diterapkan tidak lagi fokus kepada ilmuilmu yang berorientasi pada tafaqquh fi al-dīn semata, tetapi ketiga MTI ini telah menerapkan kurikulum pesantren khalafiyah; peran pendidik sebagai ulama lebih memungkinkan untuk diterapkan oleh guru-guru kitab kuning, selain memiliki ilmu agama juga berperan aktif di tengah-tengah masyarakat; serta akhlak peserta didik tidak sepenuhnya baik karena dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama latar belakang keluarga dan lingkungan sekitarnya. Adanya ketidaksesuaian dengan gagasannya dengan apa yang diterapkan di MTI saat ini, turut dipengaruhi oleh ketidakpahaman pengelola, pendidik, hingga santri MTI terhadap gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli. Sebab, mereka tidak memiliki karya-karya tulis Syekh Sulaiman al-Rasuli, apalagi memahami pesan-pesan yang dikandungnya. Kecuali itu, hanya kitab al-Aqwāl al-Mardhiyah yang masih diterapkan oleh MTI Canduang dan Jaho, itu pun berbicara tentang tauhid tingkat dasar dengan I’tiqad Ahl alSunnah wa al-Jamā’ah. Jadi, jika ada yang masih relevan dengan gagasan Syekh Sulaiman al-Rasuli di ketiga MTI ini lebih disebabkan oleh faktor tradisi yang terpelihara sejak awal berdirinya, bukan sebagai akibat langsung dari gagasannya yang tertulis dalam karya-karyanya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Tokoh-Tokoh Islam, Pendidikan Islam, madrasah Tarbiyah Islamiyah
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pondok Pesantren
Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 25 May 2026 05:00
Last Modified: 25 May 2026 05:03
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33143

Actions (login required)

View Item View Item