Signifikansi Makna Q.S. An-Nahl Ayat 78 tentang Potensi Manusia Menurut Abu Zayd dalam Tafsir Al-Taḥrīr Wa Al-Tanwīr

Maharani, Indah (2026) Signifikansi Makna Q.S. An-Nahl Ayat 78 tentang Potensi Manusia Menurut Abu Zayd dalam Tafsir Al-Taḥrīr Wa Al-Tanwīr. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover)
Indah Maharani-Cover.pdf - Published Version

Download (571kB)
[img] Text (BAB I)
Indah Maharani-BAB I.pdf - Published Version

Download (268kB)
[img] Text (BAB III)
Indah Maharani-BAB III.pdf - Published Version

Download (173kB)
[img] Text (BAB V)
Indah Maharani-BAB V.pdf - Published Version

Download (269kB)
[img] Text (Full Text)
Indah Maharani-Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Signifikansi Makna Q.S. An-Nahl Ayat 78 Tentang Potensi Manusia Menurut Ibn ‘Asyūr Dalam Tafsir Al-Taḥrīr Wa Al-Tanwīr”. Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena “krisis potensi” pada umat Islam modern, di mana instrumen pendengaran, penglihatan, dan hati nurani belum dioptimalkan untuk menghadapi tantangan zaman dan rendahnya literasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana signifikansi makna ayat tersebut menurut Ibn ‘Asyūr jika dikaji dengan teori Nasr Hamid Abu Zayd, serta bagaimana relevansi dan implikasinya terhadap krisis optimalisasi potensi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lapisan makna ayat tersebut guna membangun basis epistemologi yang aplikatif dalam menjawab tantangan kemanusiaan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Landasan teori utama dalam tesis ini mengintegrasikan pemikiran tafsir Ibn ‘Asyūr dalam kitab Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr dengan teori signifikansi Nasr Hamid Abu Zayd. Teknik analisis data dilakukan dengan membedah teks melalui tiga level makna Abu Zayd, yaitu makna dākhilī (internal/linguistik), makna khārijī (eksternal/konteks historis), dan makna tsaqāfī (signifikansi budaya/kontemporer). Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori emosi M. Darwis Hude sebagai pendukung untuk melihat keterkaitan potensi manusia dengan dimensi ruhani dan akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibn ‘Asyūr mencerminkan struktur makna berlapis yang sejalan dengan teori Abu Zayd. Secara dākhilī, ayat ini menjelaskan proses bertahap perkembangan instrumen epistemik manusia dari kondisi tidak mengetahui apa-apa. Secara khārijī, ayat ini berfungsi sebagai strategi persuasif untuk membangun masyarakat beradab melalui optimalisasi fitrah. Kesimpulannya, makna tsaqāfī ayat ini mengimplikasikan perlunya reposisi budaya masyarakat untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat guna mengatasi krisis kognitif dan spiritual. Signifikansi ayat ini terletak pada transformasi potensi jasmani dan intelektual menuju sikap syukur sebagai puncak aktualisasi diri manusia.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Q.S. An-Nahl Ayat 78; Potensi Manusia; Ibn ‘Asyūr; Tafsir Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr; Signifikansi Makna; Nasr Hamid Abu Zayd
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 06 Mar 2026 03:50
Last Modified: 06 Mar 2026 03:50
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33014

Actions (login required)

View Item View Item