FATWA DAR AL-IFTA’ MESIR TENTANG HUKUM PERNIKAHAN UNTUK KEPENTINGAN IN VITRO FERTILIZATION

Ulya, Azma (2026) FATWA DAR AL-IFTA’ MESIR TENTANG HUKUM PERNIKAHAN UNTUK KEPENTINGAN IN VITRO FERTILIZATION. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (Cover Dll)
Cover DLL.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (415kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (305kB)
[img] Text (BAB VI dan Dapus)
BAB VI dan Perpus.pdf - Published Version

Download (414kB)
[img] Text (Full Teks)
AZMA ULYA_FullText.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis Fatwa Dar al-Ifta' Mesir Nomor 8041 tentang kebolehan menikah untuk kepentingan in vitro fertilization (bayi tabung). Terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Pertama, mendeskripsikan latar belakang munculnya Fatwa Dar al-Ifta' Mesir Nomor 8041. Kedua, menganalisis metode istinbāṭ hukum yang digunakan. Ketiga, menganalisis fatwa tersebut dalam perspektif maqāsid al-syari'ah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap naskah Fatwa Dar al-Ifta' Mesir Nomor 8041 tanggal 10 Oktober 2023 serta literatur fikih, ushul fikih, dan maqāsid al-syarī'ah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa ini lahir sebagai respons atas persoalan fikih kontemporer terkait praktik IVF tanpa hubungan biologis dalam pernikahan yang disertai rencana perceraian, sehingga memerlukan kepastian hukum terkait keabsahan pernikahan. Dalam proses penetapan hukum, Dar al-Ifta' terlebih dahulu menegaskan prinsip umum pernikahan melalui muqaddimah normatif yang bersumber dari al-Qur'an, Sunnah, kaidah fikih dan qaul ulama. Adapun dalam penetapan hukum terhadap kasus konkret, Dar al-Ifta' Mesir menggunakan pendekatan bayānī dengan merujuk pada QS. al-Baqarah: 232 serta pendapat ulama lintas mazhab terkait substansi akad (sulb al-'aqd) dan kedudukan syarat pra-akad. Karena akad tidak memuat pembatasan waktu, kesepakatan di luar akad tidak memengaruhi keabsahannya, sehingga pernikahan dinilai sah dan tidak dikategorikan sebagai nikah mut'ah. Pola istinbāṭ ini diarahkan untuk menjaga maqāṣid al-syarī'ah, khususnya perlindungan nasab dan kehormatan. Tinjauan maqāṣid al-syarī'ah menunjukkan pembedaan antara keabsahan akad nikah secara hukum waḍ'ī dan penilaian tujuan pernikahan dalam syariat Islam. Meskipun pernikahan dinilai sah karena memenuhi rukun dan syarat akad, praktik ini tidak sepenuhnya sejalan dengan tujuan ideal pernikahan yang menekankan keberlanjutan relasi, mawaddah, dan raḥmah. Oleh karena itu, kebolehan tersebut dibenarkan secara kasuistik dalam kondisi darurat untuk menjaga perlindungan nasab, kehormatan, dan hak anak, namun tidak dapat digeneralisasikan sebagai model pernikahan normatif. Kata Kunci: Fatwa, Dar al-Ifta' Mesir, In VitroFertilization, Pernikahan, Maqasid al-Syari'ah.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Fatwa, Dar al-Ifta' Mesir, In Vitro Fertilization, Pernikahan, Maqasid al-Syari'ah.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 05 Mar 2026 06:18
Last Modified: 05 Mar 2026 06:18
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32861

Actions (login required)

View Item View Item