Fajri, Rahmatul (2026) Tradisi Mangaku Induak Dalam Perkawinan Di Nagari Padang Ganting Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Ditinjau dari Perspektif ‘Urf. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (391kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (280kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V- DAPUS.pdf - Published Version Download (266kB) |
|
|
Text (FULL SKRIPSI)
SKRIPSI RAHMATUL FAJRI_2213010135.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penulisan Skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya syarat yang harus dilakukan sebelum melakukan perkawinan di Nagari Padang Ganting Kecamatan Padang Kabupaten Tanah Datar yaitu melakukan tradisi Mangaku Induak yang mana tidak ada ketentuan yang mengatur hal tersebut dalam nash. Lalu penulis ingin mengkaji hal tersebut dari perspektif ‘urf, apakah tradisi ini dapat dikategorikan sebagai ‘urf atau hal tersebut bertentangan dengan syariat? Adapun tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah pertama, untuk mengetahui apa yang melatar belakangi terjadinya tradisi mangaku induak. Kedua, akibat hukum yang ditimbulkan dari tradisi mangaku induak. Ketiga, tinjauan ‘urf terhadap tradisi mangaku induak dalam perkawinan. Di mana dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang berorientasi pada data primer. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan bersifat kualitatif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: pertama, yang melatar belakangi terjadinya tradisi mangaku induak ini adalah adanya kekosongan adat yang harus diisi oleh seorang laki-laki pendatang yang hendak menikah dengan perempuan di Nagari Padang Ganting, untuk mendapatkan keluarga baru atau suku baru di sana, agar dia memiliki niniak mamak, untuk membantunya dalam menjalani kehidupan adat disana. Kedua, akibat hukum yang ditimbulkan adalah diakui sebagai bagian dari masyarakat adat disana, dan mendapat beban selayaknya masyarakat disana. Kemudian juga jadi memiliki keluarga baru disana. Ketiga, tradisi mangaku induak dapat dikategorikan sebagai ‘urf yang sahih karena tradisi ini sudah menjadi sebuah aturan hukum yang diwariskan secara turun-temurun dan harus dipatuhi oleh masyarakat, dan aturan tersebut lebih banyak mendatangkan manfaat dari pada mudhorat. Seperti menjaga hubungan silaturrahmi, menambah kekeluargaan dan menjaga aturan adat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mangaku induak, Perkawinan, ‘Urf |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 03:46 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 03:46 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32608 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
