Gerakan Tahfiz Bagi Masyarakat Kabupaten Pasaman: Antara Kesolehan dan Politisasi Agama (Studi Living Qur’an )

Fitri, Ghaziatul (2026) Gerakan Tahfiz Bagi Masyarakat Kabupaten Pasaman: Antara Kesolehan dan Politisasi Agama (Studi Living Qur’an ). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (FULLTEXT)
Ghaziatul Fitri_NIM.2320080006_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
Ghaziatul Fitri_NIM.2320080006_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
Ghaziatul Fitri_NIM.2320080006_BAB I.pdf - Published Version

Download (456kB)
[img] Text (BAB III)
Ghaziatul Fitri_NIM.2320080006_BAB III.pdf - Published Version

Download (386kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
Ghaziatul Fitri_NIM.2320080006_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (462kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji Gerakan Tahfiz di Kabupaten Pasaman melalui pendekatan Living Qur‘an, dengan fokus pada dialektika antara dimensi kesalehan religius dan politisasi agama. Program tahfiz yang digerakkan oleh pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi ―Pasaman Beriman dan Bertakwa‖ dianalisis sebagai fenomena sosial-keagamaan yang kompleks, di mana interaksi masyarakat dengan Al-Qur‘an tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga terlibat dalam relasi kuasa dan kepentingan politik lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan di Kecamatan Rao Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang melibatkan berbagai aktor seperti pemerintah daerah, guru tahfiz, guru PAI, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Tahfiz memiliki tiga fungsi utama bagi masyarakat: (1) sebagai wadah pembinaan karakter dan akhlak melalui internalisasi nilai Al-Qur‘an; (2) sebagai pengisi waktu luang yang positif untuk mencegah dekadensi moral; dan (3) sebagai sumber kebanggaan kolektif bagi keluarga dan sekolah. Di sisi lain, pemerintah daerah membangun program ini melalui strategi birokratis yang terstruktur, seperti alih basis ke nagari, seleksi ketat guru tahfiz, dan narasi yang konsisten dengan visi politik daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gerakan Tahfiz merupakan arena pertemuan antara kesalehan masyarakat dan politisasi agama oleh negara. Program ini berhasil menciptakan simbiosis mutualistik: masyarakat mendapatkan akses pendidikan agama yang terstruktur, sementara pemerintah memperoleh legitimasi dan penguatan citra sebagai pemegang mandat moral. Namun, terdapat kesenjangan antara hafalan (ḥifẓ) dan penghayatan (fahm), di mana orientasi kuantitatif dan ritual simbolik berpotensi mereduksi makna spiritual Al-Qur‘an. Oleh karena itu, diperlukan integrasi yang lebih seimbang antara hafalan, pemahaman makna, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur‘an dalam kehidupan sosial yang lebih substantif.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Living Qur’an, Gerakan Tahfiz, Kesalehan, Politisasi Agama, Kabupaten Pasaman.
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Agama Islam Umum
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Agama Islam > Agama Islam Umum > Islam dan Filsafat > Islam dan Ilmu Sosial
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 04 Mar 2026 02:04
Last Modified: 04 Mar 2026 02:04
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32566

Actions (login required)

View Item View Item