Lina Westi, Charta (2026) Bedah Ayam Sebagai Ritual Pengobatan Tradisional: Studi Antropologi Agama pada Masyarakat Simpang Kandang, Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover sampai daftar isi)
cover dan daftar isi.pdf - Published Version Download (532kB) |
|
|
Text (bab 1)
bab1.pdf - Published Version Download (263kB) |
|
|
Text (bab 3)
bab3.pdf - Published Version Download (208kB) |
|
|
Text (Bab 5 dan Daftar Pustaka)
bab5.pdf - Published Version Download (194kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Charta Lina Westi (2215030004) Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya praktik pengobatan tradisional di tengah berkembangnya layanan kesehatan modern, khususnya masyarakat di Simpang Kandang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji yang tetap mempertahankan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam prosesi pelaksanaan pengobatan tradisional bedah ayam serta menganalisis pandangan tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan tenaga medis terhadap keberadaan praktik tersebut di Simpang Kandang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus yang memungkinkan peneliti memahami praktik tersebut dalam konteks budaya, sosial, dan keagamaan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan utama yang terdiri atas masyarakat pengguna, dukun bedah ayam, tokoh masyarakat, tokoh ulama, serta tenaga medis. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bedah ayam dilakukan melalui beberapa tahapan utama, yaitu penyampaian keluhan pasien, pembacaan doa-doa tertentu, penyembelihan dan pembedahan ayam, serta pengolahan ayam menjadi sup yang kemudian dikonsumsi oleh pasien sebagai bagian dari proses penyembuhan. Praktik ini dimaknai oleh masyarakat sebagai bentuk ikhtiar pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan dipercaya memiliki nilai spiritual. Tokoh masyarakat cenderung mendukung praktik ini sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan, sementara tokoh agama dan tenaga medis memiliki pandangan yang beragam sesuai dengan pertimbangan ajaran agama, etika, dan kesehatan modern.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bedah Ayam, Pengobatan Tradisional, Tokoh Adat/Masyarakat, Tokoh Agama, Tenaga Medis |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 02:52 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 02:52 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32563 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
