Khulu' Istri Dalam Masa Ila' Menurut Mazhab Asy-Syafi'i

Sakinah, Dara (2026) Khulu' Istri Dalam Masa Ila' Menurut Mazhab Asy-Syafi'i. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
Dara Sakinah NIM 2213010116 cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Dara Sakinah NIM 2213010116 BAB 1 .pdf - Published Version

Download (702kB)
[img] Text (BAB III)
Dara Sakinah NIM 2213010116 BAB 3.pdf - Published Version

Download (965kB)
[img] Text (BAB V)
Dara Sakinah NIM 2213010116 BAB 5- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (800kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Dara Sakinah NIM 2213010116 full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nusyuznya istri sehingga membuat suami menjatuhkan ila’ kepada istrinya. Namun ketika masa ila’ belum berakhir istri mengajukan khulu’. Pertanyaan penelitiannya adalah Bagaimana pandangan Mazhab As-Syafi’i terhadap pelaksanaan khulu’ oleh istri dalam masa ila’? Apa implikasi hukum khulu’ dala masa ila’ terhadap status perkawinan menurut Mazhab Asy-Syafi’i? Adapun tujuan penelitian adalah untuk menerangkan dan mengemukakan konsep bagaimana pelaksanaa dan implikasi hukum khulu’ dalam masa ila’ terhadap status perkawinan perspektif Mazhab Syafi’i. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research yaitu penelitian yang dilakukan di pustaka dengan cara mengkaji dan menganalisis buku-buku dan kitab fikih dari Mazhab Syafi’i. Data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu Al-Umm karya Imam Asy-Syafi’i, Majmu’ Syarah Muhadzdzab karya Imam Nawawi. Sumber data sekunder yaitu data yang didapatkan dari sumber lain seperti buku-buku fikih Mazhab Asy-Syafi’i. Hasil penelitian adalah Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa pelaksanaan khulu’ dalam masa ila’ diperbolehkan dan dapat dilaksanakan berdasarkan keputusan hakim dengan syarat bahwa setelah dituntut keputusan kepada suami dan ia enggan untuk menjatuhkan thalak kepada istrinya. Implikasi hukumnya terhadap status perkawinan menurut Mazhab Asy-Syafi’i dapat dilihat berdasarkan putusan hakim. Apabila hakim memutuskan perkawinan antara suami dan istri atas dasar ila’ suami, maka pada putusan tersebut yang berlaku adalah thalak. Sedangkan apabila hakim memutuskan perkara perkawinan berdasarkan khulu’ istri maka, putusan yang berlaku adalah fasakh. Dengan demikian, status hukumnya menjadi sah karena sebab-sebab hukum yang membolehkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ila', khulu', Mazhab Asy-Syafi'i
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Mar 2026 03:41
Last Modified: 04 Mar 2026 03:41
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32527

Actions (login required)

View Item View Item