Interpretasi Hadis Khilafah Syekh Taqiyuddin An-Nabhani (1909-1977 M)

Saputra, Irpan (2026) Interpretasi Hadis Khilafah Syekh Taqiyuddin An-Nabhani (1909-1977 M). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Cover Tesis Irpan Saputra 2420070009-1.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I oke acc.pdf - Published Version

Download (602kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III oke acc.pdf - Updated Version

Download (518kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V oke acc.pdf - Published Version

Download (523kB)
[img] Text (Fulltext)
Full Text Irpan Saputra 2420070009.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (49MB)

Abstract

Kontstruksi pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani dalam menginterpretasi hadis didasai dari berbagai polemik hadis yang dipahami sebagai dasar kewajiban hukum kolektif (fardhu kifayah) dan legitimasi politik, di tengah tantangan pluralitas dan dinamika sosial-politik umat Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitik, dengan pendekatan tekstual dan historis terhadap 20 hadis khilafah yang terdapat dalam kitab an-Nabhani. Fokus penelitian berangkat dari pada tiga aspek: kualitas hadis, pemahaman terhadap teks, dan faktor-faktor yang memengaruhinya, kitab-kitab karya Syekh Taqiyuddin an-Nabhani memuat sejumlah hadis terkait khilafah yang bervariasi dari segi kualitas sanad dan matan. Dari 20 hadis yang dianalisis, 15 hadis tentang legitimasi penegakan khilafah tergolong shahih, 4 hadis tentang kewajiban khilafah tergolong hasan, dan 1 hadis dhaif tidak mencapai derajat dhaif jiddan karena kelemahannya bersifat ringan dan tidak melibatkan perawi matruk atau tertuduh dusta, sehingga mayoritas dapat dijadikan dalil utama dalam pembahasan kepemimpinan Islam. Pemahaman hadis khilafah menurut An-Nabhani bersifat normatif-teologis, menempatkan hadis sebagai dalil syar‘i transhistoris dan dasar kewajiban hukum kolektif (fardhu kifayah), didukung oleh ijma‘ sahabat sebagai qarinah penafsir. Pendekatan ini sekaligus menjadi legitimasi teologis dan kritik ideologis terhadap demokrasi, sekularisme, dan nasionalisme. Namun, pembacaan normatif-ideologis ini minim kontekstualisasi terhadap realitas sosial-politik kontemporer, termasuk pluralitas masyarakat dan dinamika tata kelola negara modern. Faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman ini meliputi manhaj ushuli yang ketat, penggunaan kaidah fiqh klasik, pengaruh praktik politik sahabat, serta tujuan ideologis menegaskan kewajiban dan legitimasi khilafah. Dengan demikian, pemahaman hadis khilafah ala An-Nabhani koheren secara teologis dan ideologis, tetapi terbatas dalam fleksibilitas interpretasi terhadap kompleksitas politik dan sosial umat Islam modern.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Taqiyuddin an-Nabhani; khilafah; hadis kepemimpinan; pemikiran politik Isla;, pendekatan kontekstual.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Hadits
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Hadits
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 09 Jun 2026 07:38
Last Modified: 09 Jun 2026 07:38
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32375

Actions (login required)

View Item View Item