Al Banah, Fadhilah Maula (2026) Urutan Wali dalam Pernikahan (Studi Komparatif Ulama Malikiyah dan Syafi'iyah). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
FADHILAH MAULA AL BANAH_2213020004_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB l)
FADHILAH MAULA AL BANAH-BAB I.pdf - Published Version Download (479kB) |
|
|
Text (BAB III)
FADHILAH MAULA AL BANAH-BAB III.pdf - Published Version Download (538kB) |
|
|
Text (BAB V)
FADHILAH MAULA AL BANAH-BAB V.pdf - Published Version Download (263kB) |
|
|
Text (fulltext)
FADHILAH MAULA AL BANAH_2213020004-FULL SKRIPSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Ulama Malikiyah dan Syafi’iyah terkaid urutan wali dalam pernikahan. Malikiyah menetapkan bahwa posisi anak dan saudara lebih utama dalam hak perwalian pernikahan sedangkan Ulama Syafi’iyah menetapkan bahwa posisi ayah dan kakek lebih utama dalam hak perwalian. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah kenapa terjadi perbedaan pendapat antara Ulama Malikiyah dan Syafi’iyah terkait Urutan wali dalam pernikahan. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini 1).Apa dalil yang digunakan Ulama Malikiyah dan Ulama Syafi’iyah terkait urutan wali dalam pernikahan? 2).Apa penyebab terjadinya perbedaan pendapat antara Ulama Malikiyah dan Ulam Syafi’iyah tentang urutan wali dalam pernikahan? 3). Manakah pendapat yang paling rajih terkait urutan wali dalam pernikahan antara Ulama Malikiyah dan Ulama Syafi’iyah? Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode fiqih muqaranah. Hasil penelitian ini adalah. 1).Menurut Ulama Malikiyah anak lebih diutamakan dalam hal perwalian pernikahan berdasarkan hadis riwayat Ummu Salamah r.a yang menjelaskan bahwa nabi Muhammad SAW memerintahkan anaknya untuk menikahkan ibunya yang menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki keabsahan untuk bertindak sebagai wali. Hal ini menegaskan bahwa kewalian tidak hanya terbatas pada garis keturunan ke atas, seperti ayah atau kakek, tetapi juga dapat berasal dari garis keturunan ke bawah selama memenuhi syarat kewalian. Sedangkan Ulama Syafi’I berdalil pada Q.S al-Anbiya’ :90 dengan penjelasan wajdul dalalahnya yang menjelaskan bahwa anak itu dinisbatkan depada ayah,dan anatra kakek dengan saudara Ulama Syafi’I berpendapat bahwa kakek lebih didahulukan berdasrkan hadist yang menejelaskan bahwa utamakan yang lebih tua. 2). Penyebab perbedaan pendapat anatara Ulama Malikiyah dan Ulama Syafi’iyah dalam menentukan urutan perwalinan nikah karena berbeda dalam memahami hadis-hadis dan berbeda dalam menilai kedekatan kekerabatan antara saudara laki-laki dengan kakek dalam menentukan prioritas hak perwalian 3).Pendapat yang paling rajih adalah pendapat Ulama Syafi’iyah. Alasannya, Ulam Syafi’iyah berdalil dengan al-Qur’an,Hadits shahih, dan qiyas dengan berdalil pada hadits shahih yang menjadi dalil bagi hukum ‘asl dalam qiyas yang mereka pakai, sebaliknya Ulama Malikiyah juga memiliki dalil akan tetapi dalil tersebut tidak sekuat dengan pendapat Ulama Syafi’iyah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:33 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:33 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32374 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
