Etika Lingkungan Analisis Eko Teologi dan Eko Antropologi Dalam Pelestarian Lingkungan Pada Pelaksanaan Tradisi Tabuik Pariaman

Sanjaya, Trio (2026) Etika Lingkungan Analisis Eko Teologi dan Eko Antropologi Dalam Pelestarian Lingkungan Pada Pelaksanaan Tradisi Tabuik Pariaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover)
Cover trio.pdf - Published Version

Download (695kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1 trio.pdf - Published Version

Download (953kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III trio.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V trio.pdf - Published Version

Download (441kB)
[img] Text (Fulltext)
skripsi Trio Alhamdulilah selesai (1).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini membahas etika lingkungan dalam pelaksanaan tradisi Tabuik Pariaman dengan menggunakan analisis eko-teologi dan eko-antropologi. Tradisi Tabuik merupakan warisan budaya masyarakat Pariaman yang dilaksanakan setiap bulan Muharram sebagai bentuk mengenang wafatnya Imam Husain bin Ali di Padang Karbala. Seiring perkembangan zaman, tradisi ini tidak hanya memiliki nilai religius dan budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai etika lingkungan yang penting dalam menjaga keseimbangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai eko-teologis yang bersumber dari ajaran Islam serta nilai-nilai eko-antropologis yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Pariaman dalam pelestarian lingkungan melalui tradisi Tabuik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi selama pelaksanaan tradisi Tabuik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tabuik Pariaman mengandung pertama nilai eko-teologi berupa kesadaran manusia sebagai khalifah dibumi yang bertanggung jawab menjaga dan melestarikan lingkungan sesuai ajaran Islam. Kedua nilai eko-antropologi, tradisi Tabuik mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam melalui simbol, prosesi, serta nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Ketiga Tradisi lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana penggabunganan antara nilai-nilai religius, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian penyatuan nilai eko-teologi dan eko- antropologi dalam tradisi Tabuik Pariaman dapat menjadi landasan pembentukan etika lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Etika Lingkungan, Eko-Teologi, Eko-Antropologi, Tradisi Tabuik, Pariaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Etika Lingkungan, Eko-Teologi, Eko-Antropologi, Tradisi Tabuik, Pariaman
Subjects: Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat dalam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Mar 2026 06:49
Last Modified: 02 Mar 2026 06:49
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32040

Actions (login required)

View Item View Item