Hidayat, Muhammad Fadhil (2026) Tinjauan maqāṣid al-syarī‛ah terhadap perceraian karena kawin sesuku (Studi putusan Pengadilan Agama Payakumbuh nomor 131/Pdt.G/2025/PA.Pyk). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (747kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (374kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (406kB) |
|
|
Text (BAB V - DAPUS)
BAB V - DAPUS.pdf - Published Version Download (237kB) |
|
|
Text (Fulltext)
SKRIPSI Muhammad Fadhil Hidayat 2213010088 Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya gugatan perceraian pasangan yang sah melakukan perkawinan menurut hukum negara dan hukum Islam namun ditolak adat karena kawin sesuku sehingga hakim mengabulkan perceraian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian karena kawin sesuku dalam Putusan Nomor 131/Pdt.G/2025/PA.Pyk dan tinjauan maqāṣid al-syarī’ah terhadap perceraian tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan sumber data berupa putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan bahan bacaan yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode studi literatur dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis (kajian isi) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian karena kawin sesuku dalam Putusan Nomor 131/Pdt.G/2025/PA.Pyk dilandaskan pada kondisi para pihak yang dikenai sanksi sosial oleh lembaga adat Suduk Sembilan. Keadaan tersebut menyebabkan perselisihan hingga perpecahan keluarga sehingga hakim mengabulkan gugatan cerai dengan menjatuhkan talak satu ba’in sugra. 2. Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‛ah terhadap perceraian karena kawin sesuku dalam Putusan Nomor 131/Pdt.G/2025/PA.Pyk menunjukkan bahwa mudarat yang dialami para pihak berada pada tingkat ḥājiyāt sehingga perceraian dipilih untuk menghilangkan kesulitan yang berkelanjutan bagi suami, istri, dan kaumnya. Perceraian dipilih sebagai upaya melepaskan kedua pihak dari kesulitan hidup rumah tangga yang sudah tidak dapat dipertahankan. Oleh sebab itu, perceraian yang diputuskan hakim dalam perkara ini dianggap telah sesuai dengan tujuan syariat untuk mewujudkan kemaslahatan dan menghindari mudarat bagi para pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Maqāṣid al-Syarī‛ah, Perceraian, Kawin Sesuku, Putusan Pengadilan Agama |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:39 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
