Sahropa, Ahmad (2026) Sayyidul Istighfar Zikir setelah Shalat: Living Hadis Di Masjid Jabal Qudus Lubuk Begalung Kota Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover - daftar isi)
cover- daftar isi as.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (bab 1)
bab 1 as.pdf - Published Version Download (710kB) |
|
|
Text (bab 3)
bab 3 as.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (bab 6 - daftar pustaka)
bab 6 - daftar pustaka as.pdf - Published Version Download (406kB) |
|
|
Text (fulltext)
fulltext as.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik pembacaan Sayyidul Istighfar sebagai zikir setelah shalat di Masjid Jabal Qudus Lubuk Begalung Kota Padang dalam perspektif living hadis. Fenomena ini menarik dikaji karena menunjukkan bagaimana hadis Nabi tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi dihidupkan dalam praktik keagamaan kolektif yang terlembaga di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dan keberadaannya sebagai bentuk living hadis dalam kehidupan keagamaan masyarakat, mendeskripsikan pemahaman jamaah terhadap Sayyidul Istighfar sebagai zikir setelah shalat, mengidentifikasi dampak praktik zikir Sayyidul Istighfar bagi masyarakat Lubuk Begalung Kota Padang serta mengungkap tantangan dan dinamika praktik zikir Sayyidul Istighfar di Masjid Jabal Qudus Lubuk Begalung Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan imam, pengurus masjid, dan jamaah, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan kerangka living hadis, khususnya pada level praktik (practice-based living hadis) dan makna (meaning-based living hadis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembacaan Sayyidul Istighfar dilaksanakan secara rutin berjamaah setelah shalat Subuh dan telah menjadi tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun melalui peran imam dan pengurus masjid sebagai otoritas keagamaan lokal. Jamaah memaknai Sayyidul Istighfar bukan sekadar bacaan istighfar biasa, tetapi sebagai “penghulu istighfar” yang mengandung dimensi teologis berupa pengakuan tauhid dan pengakuan dosa kepada Allah, sekaligus memiliki dimensi edukatif yang menanamkan nilai taubat, tawakal, dan muhasabah diri. Praktik zikir ini memberikan dampak psikologis berupa ketenangan batin, penguatan spiritual, dan ketabahan dalam menghadapi persoalan hidup, serta berdampak sosial dalam memperkuat kohesi dan ukhuwah antarjamaah sebagai identitas religius khas masjid. Namun, praktik ini menghadapi tantangan berupa fluktuasi kehadiran jamaah pada waktu Subuh akibat keterbatasan fisik, ritme kerja, dan kesibukan harian, sehingga keberlanjutan living hadis ini belum sepenuhnya stabil.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sayyidul Istighfar, Zikir Setelah Shalat, Living Hadis. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 04:05 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32007 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
