Kisah Peperangan Jalut dan Thalut Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 246-251: Analisis Teori Semiotika Ferdinand

HENDRI, HENDRI (2026) Kisah Peperangan Jalut dan Thalut Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 246-251: Analisis Teori Semiotika Ferdinand. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover sampai Daftar isi)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (244kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (Full Text)
FULL TEXT HENDRI.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Al-Qur’an menyajikan kisah-kisah umat terdahulu tidak sekadar sebagai narasi historis, melainkan sebagai media penyampaian nilai, pesan moral, dan prinsip kehidupan yang relevan lintas zaman. Salah satu kisah yang sarat makna adalah kisah peperangan antara Thalut dan Jalut dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 246–251. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah tersebut melalui pendekatan teori semiotika Ferdinand de Saussure, dengan menitikberatkan pada analisis penanda (signifier), petanda (signified), hubungan keduanya, serta makna sosial dan kontekstual yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan serta tafsir-tafsir klasik dan kontemporer, sementara data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan semiotika dan kajian tafsir. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini adalah menentukan tema yang akan di bahas, menentukan ayat-ayat al-quran yang berkaitan dengan pembahasan, memahami teori semiotika ferdinand de saussure dalam menafsirkan al-quran, dan mengumpulkan jurnal, buku, dan skripsi yang telah diteliti untuk membedakan penelitian ini dengan yang lain. Teknik analisis data dilakukan melalui identifikasi tanda-tanda utama dalam teks, klasifikasi dan interpretasi makna, analisis sintagmatik dan paradigmatik, serta penarikan makna simbolik dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Thalut dan Jalut memuat simbol-simbol penting yang merepresentasikan konsep kepemimpinan ilahiah, ujian keimanan, ketaatan, dan pertolongan Allah. Pengangkatan Thalut sebagai raja menandakan legitimasi kepemimpinan yang tidak bergantung pada kekayaan atau keturunan, melainkan pada kapasitas ilmu dan kekuatan moral. Ujian sungai merepresentasikan proses seleksi spiritual, sedangkan kemenangan Nabi Dawud atas Jalut menjadi simbol kemenangan iman atas kekuatan material. Secara sosial dan kontekstual, kisah ini menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis nilai, disiplin kolektif, serta kekuatan spiritual dalam menghadapi tantangan kehidupan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian tafsir Al-Qur’an, khususnya melalui pendekatan semiotika, serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan perspektif dan teori yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kisah Thalut dan Jalut, Al-Baqarah 246–251, Semiotika, Ferdinand de Saussure, Tafsir Al-Qur’an
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Al-Qur'an dan Terjemahan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Mar 2026 06:53
Last Modified: 02 Mar 2026 06:53
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31978

Actions (login required)

View Item View Item