Marfuzah, Aina (2026) Pendekatan Teosofi Kajian Terhadap Penafsiran Surah al-Qadr dalam Tafsir Ruh al-Ma'ani Karya al-Alusi. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Tesis Fulltext)
Tesis Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (Cover)
COVER-1-14.pdf - Published Version Download (676kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I AINA 15-22.pdf - Published Version Download (197kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II AINA 23-58.pdf - Published Version Download (372kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III AINA 59-62.pdf - Published Version Download (115kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV AINA 63-121.pdf - Published Version Download (956kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V - Daftar Pustaka Aina 122-133.pdf - Published Version Download (204kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya menggali dimensi teosofi dalam penafsiran al-Qur’an, khususnya Surah al-Qadr yang sarat dengan makna spiritual. Permasalahan penelitiannya meliputi bagaimana konsep Iluminasi dan Kasyf terhadap hakikat alam ghaib, relasi antara Tuhan, malaikat, dan manusia, serta makna Irsyadiyah dalam peristiwa kosmos pada Lailatul Qadr. Tujuan penelitian adalah untuk memahami kedalaman makna teosofi yang tersirat dalam tafsir Ruh al-Ma’ani dan menjelaskan bagaimana al-Alusi memadukan aspek rasional, spiritual, dan kosmik dalam menafsirkan Surah al-Qadr. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Hasilnya menunjukkan bahwa dalam menafsirkan surah al-Qadr, al-Alusi mengungkapkannya dengan tiga pendekatan teosofi; pertama, konsep Iluminasi dan Kasyf yaitu menghadirkan penjelasan dimensi metafisis dari alam ghaib sebagai ranah di luar jangkauan akal, dimensi malaikat dan ruh sebagai perantara kosmik, serta dimensi wahyu sebagai puncak dari tersingkapnya realitas kebenaran. Kedua, Aspek relasi antara Tuhan, malaikat, dan manusia, yang digambarkan dalam proses Tanazul yakni bagaimana wahyu ilahi diturunkan secara bertahap melalui perantara malaikat dari Baitu Izzah hingga sampai kepada manusia. Malaikat dan ruh yang berfungsi dalam meneguhkan relasi antara Tuhan, malaikat, dan manusia. Ketiga Irsyadiyah dari peristiwa-peristiwa alam serta kosmos yang berpengaruh pada berbagai bentuk Karamah dalam peristiwa Lailah al-Qadr yang ditandai dengan fenomena kosmik seperti terbitnya matahari tanpa sinar menjadi simbol ketenangan spiritual yang menandai turunnya rahmat Ilahi. Dengan demikian, penafsiran al-Alusi terhadap Surah al-Qadr mencerminkan keterpaduan antara dimensi teosofis, spiritual, dan ilmiah dalam memahami hubungan antara manusia dan Tuhan, yang memiliki kedekatan dengan pemahaman tokoh teosofi klasik seperti Ibnu Arabi, Suhrawardi, dan Mulla Sadra. Kata Kunci: Teosofi, Surah al-Qadr, Ruh al-Ma’ani, Mahmud al-Alusi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Teosofi, Surah al-Qadr, Ruh al-Ma’ani, Mahmud al-Alusi |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 28 Feb 2026 05:12 |
| Last Modified: | 28 Feb 2026 05:12 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31976 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
