Tradisi Makan Pinyaram dalam Upacara Adat Perkawinan Perspektif 'Urf (Studi Kasus di Jorong Aie Angek, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota)

Delfi, M. Apria (2026) Tradisi Makan Pinyaram dalam Upacara Adat Perkawinan Perspektif 'Urf (Studi Kasus di Jorong Aie Angek, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
Cover-Daftar Isi Skripsi M. Apria Delfi.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I SKRIPSI M. APRIA DELFI (1).pdf - Published Version

Download (987kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III SKRIPSI M. APRIA DELFI.pdf - Published Version

Download (816kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V- Daftar Pustaka Skripsi M. Apria Delfi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Skripsi Full Teks M. Apria Delfi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan. Pertama, untuk menganalisis proses tradisi makan pinyaram dalam upacara adat perkawinan di Jorong Aie Angek Nagari Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Kedua, untuk menganalisis makna filosofis makan pinyaram dalam upacara adat perkawinan pada masyarakat Jorong Aie Angek Nagari Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Ketiga, untuk menganalisis tinjauan ‘urf terhadap tradisi makan pinyaram dalam upacara adat perkawinan di Jorong Aie Angek Nagari Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak ninik mamak kaum (penghulu) serta pihak suku yang melaksanakan atau yang tidak melaksanakan tradisi ini dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah. Pertama, proses tradisi ini diawali dengan musyawarah dan kesepakatan untuk melangsungkan acara tersebut, mintak isin, duduak an anak, makan pinyaram dan boalue oleh ninik mamak kaum (penghulu) yang diundang. Kedua, adat istiadat ini sebagai bentuk kebiasaan dan kesepakatan masyarakat terhadap makna yang terkandung di dalamnya dan mempunyai arti yang sangat berarti dari peninggalan orang terdahulu. Ketiga, proses tradisi makan pinyaram setelah melangsungkan akad perkawinan termasuk kategori ’urf. Dilihat dari segi objeknya merupakan ‘urf amali, sedangkan dari segi cakupannya merupakan ‘urf khas dan dari segi keabsahannya merupakan ‘urf sahih.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tradisi makan pinyaram, Adat perkawinan, ‘Urf
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 02 Mar 2026 07:53
Last Modified: 02 Mar 2026 07:53
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31951

Actions (login required)

View Item View Item