Konsep Fakir Perspektif Abdus Samad Al-Palimbani Dalam Kitab Siyar Al-Salikin

Santari, Dahnia (2026) Konsep Fakir Perspektif Abdus Samad Al-Palimbani Dalam Kitab Siyar Al-Salikin. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Dahnia Santari 2215010039 Cover.pdf - Published Version

Download (910kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I (1).pdf - Published Version

Download (915kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (471kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (504kB)
[img] Text (fulltext)
Dahnia Santari 2215010039 Fulltext .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Fakir dalam tradisi tasawuf, tidak hanya dipahami sebagai keterbatasan ekonomi, tetapi maqam spiritual yang menggambarkan kesadaran mendalam seorang hamba atas ketergantungan mutlak kepada Allah SWT. Namun, dalam realitas Masyarakat modern, fakir kerap dipersepsikan secara sempit sebagai kemiskinan material yang identik dengan sikap pasif dan praktik meminta-minta, sehingga mengabaikan dimensi etika dan spiritual yang melekat di dalamnya. Berangkat dari kesenjangan persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat fakir dan keutamaan fakir, larangan meminta-minta tanpa alasan darurat, serta adab seorang fakir dalam menerima pemberian orang menurut pandanngan Abdus Samad al-Palimbani. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapaun sember primernya Siyar al-Salikin yang di tulis dalam Arab Melayu, serta sumber skunder dari buku-buku, artikel, wibesite, dan tulisan skripsi yang ditulis dalam sosial media yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abdus Samad al-Palimbani fakir merupakan sikap batin yang tidak bergantung pada harta dan hanya bersandar kepada Allah SWT. Dalam pandangannya, meminta-minta kepada manusia tanpa kondisi darurat bertentangan dengan hakikat fakir karena menunjukkan ketergantungan kepada makhluk. Oleh karena itu, seorang fakir dituntut menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta, serta menerapkan adab yang benar dalam menerima pemberian, terutama dengan menjaga kehalalan harta dan kemurnian niat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fakir, Tasawuf, Abdus Samad al-Palimbani, Siyar al-Salikin
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Akhlak > Tasawuf
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 16 Mar 2026 05:26
Last Modified: 16 Mar 2026 05:26
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31906

Actions (login required)

View Item View Item