Alhakim, Haris (2026) Tradisi Manyasiah Penggarpan Lahan di Jorong Harapan Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman barat. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
cover.pdf - Published Version Download (622kB) |
|
|
Text (bab 1)
bab 1.pdf - Published Version Download (351kB) |
|
|
Text (bab 3)
bab3..pdf - Published Version Download (268kB) |
|
|
Text (bab 5)
Bab 5 selesa.pdf - Published Version Download (259kB) |
|
|
Text (full text)
ful tex.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Masyarakat Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, hingga kini konsisten melestarikan tradisi manyasiah sebagai bentuk kearifan lokal dalam sistem bagi hasil lahan pertanian yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Tradisi ini menjadi mekanisme sosial-ekonomi yang mempertemukan pemilik lahan yang memiliki keterbatasan kelola dengan penggarap melalui prinsip kepercayaan dan gotong royong. Berdasarkan fakta, adanya keunikan pada aspek distributif, di mana pembagian hasil panen justru lebih besar bagi penggarap (mencapai 80%) demi memastikan produktivitas lahan dan penguatan solidaritas komunal. Dengan keterlibatan aktif 40 petani, manyasiah bukan sekadar transaksi warisan turun-temurun, melainkan strategi pemberdayaan masyarakat yang menyinergikan nilai religius dan ketahanan ekonomi lokal. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui proses, nilai-nilai dan dampak manyasiah dalam memberdayakan pelaku manyasiah di Jorong Harapan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif menggunakan pendekatan Community Based Researc (CBR), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menghasilkan data berupa kata-kata atau penjelasan dari informan yang diteliti. Peneliti pertama kali melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, yaitu pertama, proses pemberdayaan melalui tradisi manyasiah terlihat pada transformasi aset pasif menjadi produktif. Kedua, nilai-nilai pemberdayaan yang terkandung dalam manyasiah terletak pada pengamalan nilai taawun (tolong-menolong) yang merubah kerentanan pemilik lahan dan penggarap. Ketiga, dampak pemberdayaan melalui tradisi manyasiah terlihat pada peningkatan kualitas hidup yaitu beupa kemandirian rumah tangga melalui jaminan pangan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manyasiah Tinggam |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 01 Mar 2026 08:00 |
| Last Modified: | 01 Mar 2026 08:00 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31882 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
