Implementasi undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pertambangan pasir (Studi kasus di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok) PERSPEKTIF FIKIH BI’AH

Idayanti, Saddiah (2026) Implementasi undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pertambangan pasir (Studi kasus di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok) PERSPEKTIF FIKIH BI’AH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar isi)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (657kB)
[img] Text (Bab I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (376kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (440kB)
[img] Text (Bab V- DAFTAR PUSTAKA)
BAB V- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (294kB)
[img] Text (FULLTEXT)
Saddiah idayanti fiks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi masyarakat dan tingginya potensi sumber daya alam yang tersedia di Nagari Air Dingin yaitu pertambangan non ilegal dan ilegal, Selain itu adanya ketidaksesuaian antara aktivitas pertambangan dengan ketentuan perlindungan lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 serta nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam fikih bi’ah. Penelitian ini bertujuan: Pertama, Untuk menganalisis pengelolaan pertambangan pasir oleh masyarakat dan pelaku usaha di Nagari Air Dingin. Kedua, Mengkaji implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketiga, Untuk mengetahui tinjauan fikih bi’ah terhadap penerapan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 pada pertambangan di Nagari Air Dingin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, Aktivitas pertambangan yang dilakukan di Nagari Air Dingin melibatkan pertambangan legal dan ilegal yang dilakukan oleh pelaku usaha dan masyarakat. Kedua, Bahwa implementasi UndangUndang Nomor 32 Tahun 2009 dalam kegiatan pertambangan pasir di Nagari Air Dingin belum berjalan secara optimal, terutama dalam aspek pengawasan, pengendalian dampak lingkungan, dan pemulihan kerusakan. Ketiga, Dalam perspektif fikih bi’ah, aktivitas pertambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan bertentangan dengan prinsip menjaga keseimbangan alam, larangan melakukan kerusakan (ifsad), serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan melalui peran aktif pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar selaras dengan hukum positif dan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pertambangan Pasir, Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Fikih Bi’ah, Nagari Air Dingin

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Skripsi ini berjudul “Implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Pertambangan Pasir (Studi Kasus di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok) Perspektif Fikih Bi’ah”, ditulis oleh Saddiah Idayanti NIM 2213030024. Mahasiswa program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Iman Bonjol Padang. Penelitian ini di latarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi masyarakat dan tingginya potensi sumber daya alam yang tersedia di Nagari Air Dingin yaitu pertambangan non ilegal dan ilegal, Selain itu adanya ketidaksesuaian antara aktivitas pertambangan dengan ketentuan perlindungan lingkungan hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 serta nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam fikih bi’ah. Penelitian ini bertujuan: Pertama, Untuk menganalisis pengelolaan pertambangan pasir oleh masyarakat dan pelaku usaha di Nagari Air Dingin. Kedua, Mengkaji implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ketiga, Untuk mengetahui tinjauan fikih bi’ah terhadap penerapan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 pada pertambangan di Nagari Air Dingin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, Aktivitas pertambangan yang dilakukan di Nagari Air Dingin melibatkan pertambangan legal dan ilegal yang dilakukan oleh pelaku usaha dan masyarakat. Kedua, Bahwa implementasi UndangUndang Nomor 32 Tahun 2009 dalam kegiatan pertambangan pasir di Nagari Air Dingin belum berjalan secara optimal, terutama dalam aspek pengawasan, pengendalian dampak lingkungan, dan pemulihan kerusakan. Ketiga, Dalam perspektif fikih bi’ah, aktivitas pertambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan bertentangan dengan prinsip menjaga keseimbangan alam, larangan melakukan kerusakan (ifsad), serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan melalui peran aktif pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar selaras dengan hukum positif dan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pertambangan Pasir, Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Fikih Bi’ah, Nagari Air Dingin
Subjects: U Umum (General) > Hukum
Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Lingkungan Sosial dalam Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 01 Mar 2026 04:36
Last Modified: 01 Mar 2026 04:36
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31852

Actions (login required)

View Item View Item