Sianggian, Tegar (2026) KONFLIK PEMBAGIAN WARISAN(Studi Kasus di Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
TEGAR SIANGGIAN 2113010016 COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (728kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Tegar Sianggian 2113010016 BAB 1.pdf - Published Version Download (595kB) |
|
|
Text (BAB 3)
Tegar Sianggian 2113010016 BAB 3.pdf - Published Version Download (319kB) |
|
|
Text (BAB 5)
Tegar Sianggian 2113010016 BAB 5.pdf - Published Version Download (400kB) |
|
|
Text (fulltext)
TEGAR SIANGGIAN 2113010016 FULLTEXT (2).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya konflik pembagian warisan di masyarakat Nagari Ujung Gading yang dalam praktiknya belum sepenuhnya berpedoman pada ketentuan hukum kewarisan Islam. Pembagian warisan sering dilakukan melalui musyawarah keluarga tanpa penetapan bagian masing-masing ahli waris sesuai prinsip faraidh, sehingga menimbulkan ketimpangan pembagian, ketidakpastian hukum, serta perselisihan yang berdampak pada hubungan kekeluargaan. Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap hukum kewarisan Islam dan kuatnya pengaruh kebiasaan lokal turut memengaruhi pola pembagian warisan yang berkembang di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik pembagian warisan, menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya konflik, serta mengkaji konflik tersebut dalam perspektif hukum kewarisan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ahli waris yang terlibat konflik dan dokumentasi pendukung, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik pembagian warisan meliputi perbedaan kepentingan atas objek warisan, penguasaan sepihak, hibah tanpa bukti, penolakan terhadap kesepakatan awal, penolakan terhadap skema pembagian, pelanggaran kesepakatan pembayaran. Faktor yang menjadi penyebab konflik yaitu perbedaan persepsi keadilan dalam pembagian warisan, pengaruh adat dan budaya terhadap pembagian harta, kurangnya pemahaman terhadap hukum kewarisan Islam dan adat, klaim yang tidak berdasar dan persoalan pembuktian, ketidaksetujuan mengenai pengelolaan harta warisan, peran ego dan ketidakharmoniasan keluarga, dampak konflik terhadap hubungan keluarga dan sosial. Dalam perspektif hukum kewarisan Islam, praktik tersebut tidak sejalan dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan yang telah diatur secara proporsional dalam syariat. Oleh karena itu, penerapan faraidh secara konsisten dipandang sebagai langkah normatif yang penting untuk mencegah dan menyelesaikan konflik pembagian warisan dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konflik Warisan, Faraidh, Hukum Kewarisan Islam, Penyelesaian Konflik. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Waris Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 04:05 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
