Perbandingan Model Autoregressive Moving Average (ARMA) dan Single Exponential Smoothing (SES) dalam Peramalan Inflasi di Sumatera Barat

Alfarezi, Alfarezi (2026) Perbandingan Model Autoregressive Moving Average (ARMA) dan Single Exponential Smoothing (SES) dalam Peramalan Inflasi di Sumatera Barat. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
Alfarezi_2217010077_Cover.pdf - Published Version

Download (964kB)
[img] Text (BAB I)
Alfarezi_2217010077_BAB I.pdf - Published Version

Download (288kB)
[img] Text (BAB III)
Alfarezi_2217010077_BAB III.pdf - Published Version

Download (259kB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Alfarezi_2217010077_BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (297kB)
[img] Text (FULL TEXT)
Alfarezi_2217010077_Full text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian daerah karena mencerminkan stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pergerakan inflasi cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu sehingga diperlukan metode peramalan yang tepat untuk memprediksi nilai inflasi di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja model Time series Autoregressive Moving Average (ARMA) dan Single exponential Smoothing (SES) dalam memprediksi inflasi bulanan di Provinsi Sumatera Barat. Model ARMA digunakan untuk menangkap pola ketergantungan antar periode dalam data yang telah stasioner, sedangkan model SES berfungsi untuk memuluskan fluktuasi acak pada data tanpa tren dan musiman. Data yang digunakan adalah data inflasi bulanan periode Januari 2014 sampai Desember 2023. Proses awal model ARMA dimulai dengan uji stasioneritas data dan dilanjutkan dengan identifikasi model menggunakan plot Autocorrelation Function (ACF) dan Partial Autocorrelation Function (PACF). Pemilihan model terbaik pada model ARMA didasarkan pada nilai Akaike Information Criteria (AIC) terkecil yang dihasilkan oleh model ARMA (2,0). Selanjutnya pada metode SES, parameter penghalusan terbaik berada pada \alpha=0,1 melalui pemilihan nilai MSE terkecil. Hasil evaluasi akurasi model menunjukkan bahwa model ARMA (2,0) menghasilkan nilai kesalahan peramalan lebih kecil dibandingkan dengan metode SES.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Inflasi, Peramalan, ARMA, SES, Deret Waktu
Subjects: Tajuk Subjek > Sains, Ilmu Pengetahuan > Matematika
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Prodi Matematika
Depositing User: Ruang Baca FST
Date Deposited: 28 Feb 2026 07:22
Last Modified: 28 Feb 2026 07:22
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31795

Actions (login required)

View Item View Item