ANALISIS LAFAZ ṢĀLIḤ AL-ḤADĪṠ DAN LĀ BAʾSA BIH DALAM KITAB AL-JARḤ WA AT-TAʿDĪL KARYA IBN ABĪ ḤĀTIM AR-RAZI

Qisthi, Ihya (2026) ANALISIS LAFAZ ṢĀLIḤ AL-ḤADĪṠ DAN LĀ BAʾSA BIH DALAM KITAB AL-JARḤ WA AT-TAʿDĪL KARYA IBN ABĪ ḤĀTIM AR-RAZI. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Full Text)
Ihya Qisthi_NIM.2420070003_Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Ihya Qisthi_NIM.2420070003_Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text (BAB I)
Ihya Qisthi_NIM.2420070003_BAB I.pdf - Published Version

Download (625kB)
[img] Text (BAB III)
Ihya Qisthi_NIM.2420070003_BAB III.pdf - Published Version

Download (615kB)
[img] Text (BAB V-Daftar Pustaka)
Ihya Qisthi_NIM.2420070003_BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (551kB)

Abstract

Ilmu jarḥ wa ta‘dīl merupakan disiplin ilmu yang berfungsi menilai kredibilitas rawi hadis. Pada periode awal, penilaian rawi cenderung bersifat dikotomis antara tsiqah dan ḍa‘īf. Namun, pada abad ketiga Hijriah, muncul kebutuhan kategorisasi tingkat menengah sebagaimana dikembangkan oleh Abu Hatim Ar-Razi dan Abu Zur’ah Ar-Razi melalui penggunaan lafaz ṣālih al-ḥadīṡ dan lā ba’sa bih. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter rawi yang dinilai dengan kedua lafaz tersebut, mengkaji pengaruh penilaian Abu Hatim terhadap ulama setelahnya, serta menelaah implikasinya terhadap kualitas hadis. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif dan pendekatan historis-eksploratif, dengan sumber utama kitab Al-Jarh wa At-Ta’dil karya Ibn Abi Hatim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz ṣālih al-ḥadīṡ dan lā ba’sa bih masingmasing memiliki tujuh variasi redaksi yang merepresentasikan tingkatan ta‘dīl menengah dengan nuansa karakter rawi yang berbeda. Terminologi ini kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh ulama muta’akhkhirīn seperti Adz-Dzahabi dan Ibn Hajar alAsqalani. Berdasarkan hal itu, penulis menumukan terdapat tujuh bentuk lafaz ṣālih alhadits (ṣālih al-hadits, ṣālih al-hadits tsiqah, ṣaduq ṣālih al-hadits, ṣālih al-hadits lā ba’sa bih, ṣālih al-hadits mahalluhu aṣ-ṣidq, tsiqah lā ba’sa bih ṣālih al-hadits, ṣālih alhadits laisa bihi ba’s), yang mana setiap lafaz menunjukan karakter masing-masing dari rawi tersebut. Begitu juga dengan lafaz lā ba’sa bih yang juga memiliki tujuh bentuk lafaz ( lā ba’sa bih, tsiqah lā ba’sa bih, ṣaduq lā ba’sa bih, syaikh lā ba’sa bih, lā ba’sa bih ṣālih, ma ara bihaditsihi ba’s lā ba’sa bih, dan lā ba’sa bih huwa syaikh ṣaduq). Ulama seperti Adz-Dzahabi dan Ibn Hajr yang tergolong ulama mutaakhkhirin yang hidup jauh setelah Abu Hatim mengadopsi lafaz yang digunakan oleh Abu Hatim seperti lafaz ṣālih al-hadits dan lā ba’sa bih, lalu melakukan pengembangan pemikiran terhadap lafaz jarh wa ta’dil. Secara umum, kualitas rawi yang dinilai ṣālih al-ḥadīṡ dan lā ba’sa bih berada pada derajat ḥasan. Meskipun demikian, penelusuran menunjukkan adanya hadis ṣahih dan dha‘if yang diriwayatkan oleh rawi dengan penilaian tersebut; kesahihan hadis umumnya ditopang oleh mata rantai periwayatan yang didominasi rawi tsiqah, sedangkan ke-dha‘if-an hadis disebabkan oleh adanya rawi lain dalam sanad yang dinilai lemah oleh ulama, bukan oleh rawi yang berstatus ṣālih al-ḥadīṡ atau lā ba’sa bih. Hal ini menegaskan bahwa qīmah al-aṣliyyah dari kedua kategori tersebut tetap berada dalam ranah ta‘dīl. Dan qimah al-aṣliyah dari rawi yang dinilai dengan kedua lafaz ini adalah ta’dil.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Jarh wa ta’dil, ṣālih al-hadits, lā ba’sa bih, karakteristik.
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Hadits
Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Kumpulan Hadits
Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Kumpulan Hadits Bukhari
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Hadits
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 27 Feb 2026 00:36
Last Modified: 27 Feb 2026 00:38
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31565

Actions (login required)

View Item View Item