Hendrika, Melvhila Ladies (2026) Tinjauan Fikih Mu'amaah Terhadap Praktik Kerja Sama Lahan Tambang Emas Dengan Sistem Uang Hilang Nagari Tanjung Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text
Melvhila Ladies h daftr isi.pdf Download (650kB) |
|
|
Text
Melvhila bab 1 watermak.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
melvhila bab 3 watermak.pdf Download (823kB) |
|
|
Text
melvhila bab 5 watermak.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
Melvhila skripsi done watermak.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik kerja sama lahan tambang emas dengan sistem uang hilang di Nagari Tanjung yang menunjukkan Tidak terdapat jaminan bahwa lahan yang digunakan sebagai lokasi penambangan benar- benar mengandung emas dalam jumlah yang menguntungkan. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan fikih muamalah, khususnya terkait unsur gharar, pembagian risiko, serta kejelasan akad syirkah dan mudharabah. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini meliputi: (1) bagaimana praktik kerja sama lahan tambang emas dengan sistem uang hilang di Nagari Tanjung? (2) bagaimana sistem pembagian hasil dalam kerja sama tersebut? dan (3) bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap praktik kerja sama lahan tambang emas dengan sistem uang hilang di Nagari Tanjung? Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan melibatkan pemilik lahan, investor, pekerja dan masyarakat setempat sebagai informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori syirkah dalam hal ini mudharabah. Penelitian menunjukkan: Pertama, proses kerja sama dimulai dari pihak pemodal melihat potensi lahan, kemudian melakukan musyawarah dengan pemilik lahan, keluarga, dan niniak mamak hingga tercapai kesepakatan akad secara tertulis. Kedua, dalam pembagian hasil terdapat pemisahan beban risiko, di mana pemberian uang hilang dan persentase keuntungan dilakukan tanpa membebankan kerugian materiil kepada pemilik lahan, sedangkan seluruh biaya operasional dan risiko kegagalan usaha menjadi tanggung jawab pihak pemodal. Hal ini menunjukkan adanya mekanisme pembagian risiko yang tidak proporsional dalam kerja sama tersebut. Ketiga, berdasarkan analisis fikih muamalah, praktik kerja sama lahan tambang emas dengan sistem uang hilang di Nagari Tanjung dinilai tidak dibolehkan, karena meskipun memenuhi prinsip kerelaan (tarāḍī), praktik tersebut mengandung ketidakjelasan (jahālah) pada objek dan hasil usaha, mengandung unsur gharar, serta menimbulkan ketidakadilan dalam distribusi risiko dan manfaat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | syirkah, gharar, tambang emas |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah |
| Divisions: | Fakultas Syariah Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 01:43 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 01:15 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31422 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
