TASLIM, SYUKRA ALHAMDA (2025) Diskursus Penafsiran Bughat Dalam Qs. Al-Hujurat: 9 (Studi Komparatif Tafsir Al-Munir Dan Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam). Skripsi thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI .pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (807kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (614kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Islam menuntut agar terciptanya kerhamonisan dan perdamaian di antara umat Islam, bahkan jika adapun pertikaian di antara 2 kelompok atau golongan dalam umat islam, hendak lah di antara kaum mukmin menyelenggarakan perdamaian yang berlandaskan keadilan yang sesuai dengan aturan Allah SWT. Jika perdamaian dan keharnmonisan itu menjadi rusak dan terpecah, diakibatkan adanya konflik dikarenakan sebuah permasalahan di antara 2 orang ataupun 2 golongan, sehingga sebagian berbuat zalim kepada yang lain, maka rusaklah perdamaian tersebut. Jika kelompok tersebut menolak berdamai dan kembali ke jalan Allah SWT, maka tindakan kelompok tersebut dinamakan bughat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui terkait makna bughat menurut Wahbah al-Zuhaili dengan Al-Qurthubi dalam QS.Al-Hujurat ayat: 9. 2) Untuk bisa memahami dan mengetahui kriteria suatu kelompok atau seseorang dapat dikatakan sebagai pelaku bughat dan bagaimana status keimanan dari pelaku bughat tersebut pada Wahbah al-Zuhaili dan Al-Qurthubi. 3) Untuk memahami dan mengetahui cara penyelesaian permasalahan bughat menurut Wahbah al-Zuhaili dan Al-Qurthubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada riset kepustakaan (library research). Pendekatannya menggunakan tafsir Muqaran (komparasi), dengan mengkomparasikan penafsiran suatu tema di antara 2 orang mufasir, lalu menyimpulkan pendapat dari kedua mufasir tersebut terkait dengan perbedaan dan persamaan dari penafsirannya masing masing. Dengan sumber primer Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Jāmi’ li Ahkām (Al-Qurthubi), baik itu dari kitab asli maupun terjemahan. Sedangkan sumber sekunder yaitu buku, artikel, jurnal dan sumber lainnya yang terkait. Hasil dari penelitian ini yaitu Wahbah al-Zuhaili menafsirkan bughat dengan kelompok pemberontak separatis dan Al-Qurthubi menafsirkan bughat dengan kelompok yang membangkang dan melanggar perjanjian. Adapun kriteria dari kelompok bughat ini adalah menurut Wahbah al-Zuhaili di antaranya memilki kekuatan, pemimpin, pasukan, tujuan yang jelas dan menolak perdamaian, sedangkan kriteria menurut Al-Qurthubi adalah memiliki pasukan, kekuatan, menolak perdamaian dan menentang kebijkan pemimpin, dan status keimanan pelaku bughat menurut kedua mufasir ini adalah tidak dianggap keluar dari keimanan. Adapun penyelesaian permasalahan bughat ini menurut Wahbah al-Zuhaili dan Al-Qurthubi adalah memerangi, mendamaikan, mengadili dan membebaskan dari sanksi dan denda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bughat, Wahbah az-Zuhaili, Al-Qurthubi |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Studi Agama-Agama |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 09 Sep 2025 15:22 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 15:22 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
