Hasbi, Arsyadul (2025) Penundaan perkawinan pada generasi Z dalam perspektif maqashid syariah (Studi kasus nagari Sarilamak Kecamatan Harau). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (576kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (333kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (305kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (330kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penundaan perkawinan di Indonesia, termasuk di kalangan Generasi Z di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Generasi ini menunjukkan kecenderungan menunda pernikahan akibat faktor ekonomi, media sosial, pendidikan, dan karier. Kondisi tersebut berimplikasi pada dinamika sosial dan keagamaan, terutama ketika perkawinan dalam Islam dipandang sebagai sarana membangun ketenteraman (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah). Pertanyaan penelitian ini adalah apa faktor yang mempengaruhi generasi Z untuk menunda pernikhan ?. Bagaimana akibat penundaan perkawinan generasi Z ditinjau berdasarkan maqashid syariah ?. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama penundaan perkawinan Generasi Z di Nagari Sarilamak serta menganalisisnya dari perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan Generasi Z, sementara data sekunder bersumber dari literatur akademik, laporan Badan Pusat Statistik, serta dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2014), meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan perkawinan di Nagari Sarilamak dipengaruhi oleh tiga faktor dominan: (1) ekonomi, berupa keterbatasan penghasilan dan tingginya biaya hidup; (2) media sosial, yang membentuk persepsi negatif melalui narasi perceraian dan konflik rumah tangga; dan (3) pendidikan serta karier, yang menjadi prioritas sebelum membangun keluarga. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, fenomena ini berdampak pada lima aspek pokok perlindungan (ḥifẓ al-dīn, al-nafs, al-‘aql, al-nasl, al-māl). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penundaan perkawinan pada Generasi Z dapat dipahami sebagai strategi menjaga kemaslahatan, bukan sekadar penolakan terhadap institusi perkawinan. Secara akademik, hasil ini memperkaya kajian hukum keluarga Islam dengan pendekatan maqashid. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi pra-nikah, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan berbasis nilai Islam untuk menciptakan keluarga berkualitas.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penundaan perkawinan, Generasi Z, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Sarilamak, hukum keluarga Islam |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Perkawinan, Pernikahan |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 10 Sep 2025 01:37 |
| Last Modified: | 10 Sep 2025 01:37 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31197 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
